| Minggu, 09 Januari 2005 | OLAHRAGA |
PSIS Tundukkan Puslat 7-1
SEMARANG - Tim Puslat PSIS Semarang memang bukan tandingan PSIS Utama. Namun, meski akhirnya kalah 1-7 dari para seniornya, Achmad Taufik dan kawan-kawan mampu menyulitkan Indriyanto Nugroho cs pada pertandingan amal di Stadion Jatidiri, sore kemarin. Ketujuh gol PSIS dihasilkan Alberto Gonzales (penalti), Matias Canessini, M Ridwan, M Irfan (dua gol), Abdoulaye Djibril dan Indriyanto Nugroho. Sementara gol hiburan Puslat dicetak Ari Agung menjelang babak kedua berakhir. Dalam pertandingan amal itu panitia memperoleh pemasukan Rp 14.490.000. Setelah dikurangi pengeluaran seperti biaya sewa stadion, izin kepolisian, cetak tiket, makan dan minum, sisa pemasukan tinggal Rp 11.522.000. Dari pendapatan bersih itu, Rp 5 juta disumbangkan kepada keluarga Aditya Noviandika. Sisanya, Rp 6.522.000 disumbangkan untuk korban bencana di Aceh dan Sumut yang akan disalurkan lewat Suara Merdeka. Aditya Noviandika merupakan pemain PSIS Yunior yang meninggal dunia pada saat latihan di Diklat Ragunan Jakarta, 24 Desember lalu. Aditya berhasil membawa PSIS Yr meraih gelar juara Liga Bogasari U-18 Piala Suratin 2004 dan terpilih sebagai pemain terbaik. "Sumbangan untuk keluarga Aditya dan korban bencana di Aceh itu dari suporter PSIS," tegas Ketua Bidang Amatir PSIS Suka Adisatya Sukawijaya seusai pertandingan. Formasi 4-4-2 Pada pertandingan ini Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah menerapkan formasi 4-4-2 di babak pertama. Pola itu sepertinya belum sepenuhnya bisa dijalankan para pemain. Buktinya, mereka sering membuat kesalahan. Tak heran kalau di babak pertama para pemain Puslat mampu menyulitkan permainan PSIS . Puslat berhasil menekan pertahanan pasukan Bambang secara bergelombang. Puslat diperkuat lima pemain tim nasional U-20, yakni Achmad Taufik, Prananda Aditya, Ahmad Zaeni, Syamsul, dan Asep. Namun Indriyanto cs bisa keluar dari tekanan dan berbalik mengobrak-abrik pertahanan lawan. M Ridwan yang lincah dan mempunyai kecepatan, berkali-kali membuat repot. Pada menit ke-22, M Ridwan ditekel keras di kotak penalti oleh Hariyadi. Wasit pun menunjuk titik putih. Alberto Gonzales yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper Purnowo. Matias Canessini menambah gol pada menit ke-26. Menjelang babak pertama usai, M Ridwan membidik gol ketiga. Memasuki babak kedua, Bambang mengubah formasi dari 4-4-2 menjadi 3-4-3. Pola ini lebih agresif. Indriyanto yang masuk menggantikan Canessini dan M Irfan yang mengisi posisi Alberto Gonzales, membuat permainan lebih hidup. Gol demi gol kemudian tercipta melalui M Irfan, Djibril dan Indriyanto. Ari Agung memperkecil ketinggalan lewat tandukkannya yang memperdaya kiper I Komang Putra. "Hasil pertandingan ini bukan ukuran. Yang penting, kami ingin menyumbangkan dana untuk keluarga Aditya dan korban bencana di Aceh," ungkap Bambang. Dia mengakui anak-anak asuhannya belum sepenuhnya bisa menjalankan formasi 4-4-2 dan 3-4-3. Perlu perbaikan lagi untuk menghadapi Kompetisi Liga Indonesia."Tentang permainan kedua pemain asing, Gonzales dan Canessini, dia menyatakan kurang puas. Namun dia belum bisa memutuskan masa depan keduanya. (H13-59) |