logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 PANTURA
Line

Atasi Abrasi, P4LH Akan Bangun Tanggul Penampungan Pasir Hitam

BATANG-Paguyuban Pekerja Pencari Pasir Laut Hitam (P4LH) Kabupaten Batang merencanakan pembuatan tanggul untuk penampungan pasir yang sekaligus berfungsi sebagai penahan abrasi. Hal itu sebagai alternatif untuk memanfaatkan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan.

Menurut Ketua P4LH Sumantoro, pembuatan tanggul itu menggunakan trucuk dan sasak dari bambu petung yang ditancapkan di tepi laut. Dengan cara itu ombak tidak akan mengikis pantai.

Proposal pembuatan tanggul sudah diajukan kepada Bupati melalui Bagian Lingkungan Hidup (LH) dan Produksi Sekretariat Daerah Kabupaten Batang. Paguyuban berharap agar rencana itu dapat dikabulkan.

Pencarian pasir hitam di pesisir itu untuk kepentingan masyarakat sekitar dalam hal peningkatan ekonomi, selain mengurangi penganggur.

''Kami akan memanfaatkan masyarakat kampung sekitar yang kebanyakan nelayan. Sebab, selama ini banyak yang tidak melaut akibat harga ikan yang anjlok, padahal kebutuhan perbekalan mencari ikan terus naik,'' ucap Sumantoro.

Menurut dia, sebagai tahap percobaan kalau diizinkan pembangunan tanggul penampungan pasir itu akan dilakukan di Pantai Kisikombo, Ketanggan Kecamatan Gringsing.

Tujuan rencana P4LH itu untuk mengurangi tingkat pengangguran dan menambah penghasilan masyarakat serta untuk mengoordinasikan pencari pasir agar berswadaya dalam penanganan abrasi laut. Selain itu, juga untuk menertibkan usaha-usaha penambangan pasir yang dilakukan investor. ''Sebagai konsekuensinya, kami akan selalu membuat laporan perkembangan kepada pemerintah.''

Dia menjelaskan, dari hasil laporan nelayan ternyata perbekalan melaut diperoleh dari cara berutang. Padahal, hasil tangkapan ikan saat dilelang tidak cukup untuk melunasi utang itu. Hal tersebut membuat banyak nelayan beralih profesi.

Misalnya yang dialami nelayan di Kedawung, Limpung, Kuripan, Subah, dan Ketanggan Gringsing. ''Dengan melihat situasi dan kondisi sekarang masyarakat membutuhkan hasil tambahan untuk meningkatkan taraf hidup, antara lain dengan menambang pasir hitam,'' ujar Sumantoro.

Bukan Penambangan

Menurut dia, penambangan pasir hitam di pesisir dengan model pembuatan tanggul penampungan itu tetap menggunakan tenaga manual. Karena itu, sifatnya bukan penambangan melainkan tetap pencarian. ''Kami dari paguyuban akan mengambil lapisan pasir hitam pada ketebalan maksimal 25 cm. Itu pun dengan alat manual yaitu cangkul. Misalnya, di pesisir Ketanggan Gringsing, begitu kami ambil, keesokan harinya sudah terisi kembali pasir yang dibawa air pasang,'' tuturnya.

P4LH, tanbah dia, membutuhkan saran dari aktivis lingkungan tentang pembuatan tanggul penampung pasir hitam.

Kabag LH dan Produksi Ir Agus Riyadi MM ketika dimintai konfirmasi menyatakan, rencana P4LH itu akan dibahas bersama instansi terkait. ''Kami akan membahas dengan Tim Pertambangan Kabupaten dan Dinas Perikanan dan Kelautan, serta camat,'' ujarnya. (ar-14e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA