| Rabu, 05 Januari 2005 | PANTURA |
Pemkab Tanggung Biaya Transpor dari Aceh
BREBES - Kesedihan warga asal Brebes yang baru pulang dari Aceh kemarin sedikit terobati ketika Pemkab spontan memberikan bantuan biaya transportasi pemulangan 195 orang dari Aceh ke kampung halaman. Bantuan biaya transpor diserahkan Wakil Bupati H Achmad Faris Sulchaq SH SpN kepada Kepala Desa Cibendung, Kecamatan Banjarharjo, Wirnajaya dan Kepala Desa Cikakak Siswo Waluyo. Besar bantuan yang diterima Rp 52,5 juta untuk tiga bus ATS yang dicarter dari Aceh. Sebelumnya, Pemkab juga membayar satu bus Liberty Rp 17,5 juta, sehingga total bantuan transpor yang diberikan Rp 70 juta. Bus pertama datang Minggu pukul 09.00 mengangkut 53 orang terdiri atas suami istri dan anak-anak. Sementara itu, Senin (3/1) kemarin datang lagi satu rombongan menggunakan tiga bus ATS sebanyak 142 orang. Kedatangan mereka disambut Asisten III Drs H Dawud MM dan Camat Banjarharjo Supi Mahadi BA. Secara terpisah, Bupati H Indra Kusuma menuturkan, sebelum kepulangan warganya dari Aceh, dia pernah ditelepon salah seorang anggota rombongan agar dirinya mentransfer dana untuk biaya kepulangan. Namun, kemudian dia menyarankan agar mereka mencarter saja bus dan setelah sampai di lokasi Pemkab akan menggantinya. Dia mengemukakan, kepedulian Pemkab karena masalah ini menyangkut kesulitan yang dihadapi warganya. Selain bantuan traspor, Pemkab melalui Kantor Sosial juga menyokong satu ton beras untuk warga yang baru pulang. "Supaya kedatangan mereka tidak merepotkan anggota keluarga yang didiami, Pemkab membantu pangan," papar Kepala Kantor Sosial Drs H Moch Ramdhon, kemarin. Rp 2 Juta Hal serupa juga diberikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ny Hj Maryatun Indra Kusuma. Dia selaku pribadi bersimpati dan menyumbang warga yang sedang kesusahan itu Rp 2 juta. Uang tersebut diharapkan dapat meringankan beban penderitaan mereka yang terkena musibah. Ke-195 warga Kecamatan Banjarharjo yang kini kembali ke kampung, semula tinggal di Ketapang dan sebagian lagi di Banda Aceh. Ketika musibah tsunami terjadi, sebagian mereka berada di Ketapang. Namun, beberapa di antaranya menjadi korban. Yang tercatat menjadi korban (meningga) tujuh orang. Sesuai dengan data, dari 195 orang yang kembali, 140 di antaranya berasal dari Desa Cibendung dan 55 dari Desa Cikakak. Saat ini mereka juga masih menunggu 65 orang lagi yang kabarnya masih dalam perjalanan dari Aceh. Sukardi (32), ketua rombongan, menyebutkan, bus yang mereka tumpangi berangkat dari Banda Aceh pada Kamis pagi. Selama perjalanan, mereka mengaku tidak ada kendala berarti. "Namun, rombongan sempat terhenti beberapa jam di Lampung karena salah satu ban bus pecah. Akan tetapi, setelah dibenahi perjalanan kembali dilanjutkan," papar mereka. Selain yang 195 orang itu, terdapat 21 orang asal Cibendung yang pulang menggunakan ongkos pribadi. Ketika ditanyakan tentang persediaan makanan, Sukardi menyebutkan, untuk bahan makanan di sepanjang jalan yang dilalui dibantu posko peduli Aceh. Kebutuhan makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan tercukupi dari posko sepanjang jalur yang dilewati. "Kami dan semua anggota rombongan sudah tak punya apa-apa lagi karena semua sudah kami tinggalkan," ujarnya. Di perantauan, warga Brebes bekerja menjadi tukang batu, tukang kayu, ataupun ahli ukiran kayu.(wh-14j) |