| Rabu, 05 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Chrisjon Hadapi Gainer 3 MaretJAKARTA- Kesemerawutan administrasi partai tinju internasional versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA) antara Chrisjon lawan Jose Cheo Rojas dari Venezuela di Tenggarong, Kaltim, 3 Desember 2004, berbuntut panjang. Gara-gara kelalaian administrasi tersebut, petinju andalan Indonesia itu harus melakukan tarung wajib melawan Derrick Gainer (Amerika Serikat) pada 3 Maret mendatang. Perwakilan WBA untuk Indonesia, Tourino Tidar, menjelaskan pihaknya sudah mendapat surat tembusan dari Renzo Bagnariol (ketua pertandingan juara dunia WBA). Isinya, Renzo mengingatkan Chrisjon sebagai pemegang sabuk juara kelas bulu (57,1kg) bahwa duel melawan Rojas bukan merupakan partai pengganti tarung wajib melawan Derrick Gainer. Manajer Gainer, Gilberto Mendoza tidak pernah membatalkan pertandingan tersebut dengan alasan pertandingan dilaksanakan di lapangan terbuka. "Tidak ada alasan seperti itu. Yang terjadi, promotor Gainer baru menerima kontrak pertandingan 10 hari menjelang bertanding dan itu menyalahi aturan. Mereka sebenarnya tetap siap untuk bertanding asalkan bayarannya ditambah 25.000 dolar AS dari nilai yang tertera dikontrak sebesar 75.000 dolar," kata Tourino. Dibayar Rp 400 Juta Tetapi, kata Tourino, permasalahan yang muncul dalam gelar tinju dunia di Tenggarong tidak hanya itu. Soal bayaran yang diterima oleh Chrisjon yang hanya Rp 400 juta juga jadi masalah. Menurut Tourino, bayaran yang diterima Chrisjon sebenarnya sudah sesuai perjanjian dengan manajer sekaligus pelatihnya, Sutan Rambing dari Sasana Bank Buana Semarang. "Pembagian itu sudah profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku," tandasnya. Sedang soal bayaran yang diterima Rojas hanya 25.000 dolar AS, Tourino tidak bersedia memberikan komentar karena hal itu wewenang promotor pertandingan. Namun dia mengakui co-promotor pertandingan sebagai penyandang dana, M Arsyad yang mewakili Pemkab Kutai Kartanegara, Kaltim telah memberi dana untuk lawan Chrisjon sebesar 75.000 dolar AS. "Saya tidak tahu ke mana perginya sisa uang sebesar 50.000 dolar AS itu. Tanyakan saja ke Arsyad," katanya. Sedang tentang adanya permintaan dari Chrisjon yang tidak akan bertanding pada 3 Maret mendatang, Tourino bisa memakluminya. Apalagi petinju Indonesia itu akan melangsungkan pernikahan pada 27 Februari. Untuk itu, kata Tourino, manajer Sasana Bank Buana (Sutan Rambing) harus membuat pernyataan tertulis kepada WBA untuk meminta waktu pertandingan wajib itu diundur. "Kalau tidak, pertandingan itu bisa dilelang ke negara lain," demikian Tourino Tidar. (D3,ant-77) |