| Rabu, 05 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Timnas Hanya Beristirahat Satu HariJAKARTA-Timnas Indonesia tiba kembali di Tanah Air dari Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa sore kemarin. Mereka hanya beristirahat sesaat, untuk selanjutnya kembali menjalani latihan sebagai persiapan menghadapi Singapura pada partai final Piala Tiger. Pelatih Kepala Timnas Indonesia Peter Withe menurut rencana akan memulai latihan pelatnas ini pada Rabu (5/1) ini. "Hari ini tim istirahat, karena baru tiba dari Malaysia. Besok, Pelatih Peter Withe akan mulai melatih kembali timnas untuk persiapan menghadapi Singapura di partai final," kata Sekretaris Bidang Timnas Muhardi di Jakarta, kemarin. Menurut dia, Withe tetap menjaga suasana latihan yang telah diterapkan sebelumnya. "Pada prinsipnya dia tetap menjaga suasana latihan," kata Muhardi yang turut mendampingi tim saat bertanding di Kuala Lumpur. Kedatangan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan disambut hangat oleh sejumlah pengurus PSSI di Bandara Soekarno Hatta. Tim Merah Putih ini lolos ke final setelah mengalahkan Malaysia 4-1 pada semifinal kedua di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur Senin malam (3/1). Pada pertandingan pertama yang memakai sistem home and away di kandang sendiri (28/12), Indonesia kalah 1-2 dari Malaysia. Pertandingan final juga berlangsung home and away. Pertandingan pertama berlangsung di Jakarta 8 Januari dan yang kedua dimainkan di Singapura pada 16 Januari. Sekjen Nugraha Besoes masih melakukan pembahasan menyangkut pelaksanaan pertandingan final kandang dan tandang ini dengan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Sekarang Saatnya Menurut Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar, sekarang saatnya PSSI menjadi juara Piala Tiger. Hal itu dikemukakannya di Jakarta, Selasa kemarin, saat dimintai komentar soal kemenangan timnas 4-1 atas Malaysia pada pertandingan kedua babak semifinal di Stadion Bukit Djalil, Kuala Lumpur, Senin (3/1) malam lalu. Menurut Agum, Indonesia berpotensi juara mengingat Thailand yang bisa menjadi hambatan psikologis sudah gugur. Hambatan psikologis itu muncul, karena PSSI telah dua kali dikalahkan mereka di final. "Thailand sekarang sudah tersingkir dan yang dihadapi nanti Singapura. Mudah-mudahan tahun ini waktunya PSSI juara, karena efek psikologisnya sudah tidak ada," katanya. Dikemukakannya, pertarungan melawan Negeri Gajah Putih lebih merupakan pertarungan psikologis. Mereka menundukkan Indonesia pada final kejuaraan tahun 2000 dan 2002. Namun, dalam kejuaraan kali ini, pagi-pagi harus merelakan gelarnya terbang. Puji Withe Meski demikian, ia meminta agar tim asuhan Peter Withe tersebut tidak meremehkan Singapura yang lolos ke final setelah menyingkirkan Myanmar. "Jangan remehkan Singapura. Tetapi memang, tidak melawan Thailand menguntungkan kita," ujar Agum mengenai pertandingan final . Mantan Ketua Umum PSSI itu juga memuji pelatih asal Inggris tersebut yang dinilai berani mengambil keputusan menempatkan empat striker pada pertandingan kedua semifinal. "Saya melihat pelatihnya bagus sekali. Meski emosional, tetapi berani mengganti Ismed dengan Kurniawan. Ia juga berani menempatkan empat striker. Itu suatu keberanian tersendiri dan ternyata berhasil," ujarnya. Dengan keberhasilan tersebut, Agum berharap Indonesia dapat mengikutsertakan sepak bola pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar setelah empat kali absen dari multievent empat tahunan itu. "Kita sudah empat kali tidak ikut Asian Games dan sudah kena tegur," katanya.(ant-22) |