logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 MURIA
Line

Tak Ada Indikasi Ajaran Sesat

KUDUS - Pembinaan dan terjalinnya komunikasi yang baik antara Pemkab dan sejumlah aliran kepercayaan di Kudus diharapkan akan meminimalkan atau setidaknya dapat memantau keberadaan ajaran sesat yang muncul.

Sampai kini Pemkab belum menemukan indikasi adanya ajaran sesat di masyarakat di Kota Kretek. Ajaran sesat yang dimaksud berupa aliran dengan pemikiran menyimpang dan menentang adanya agama dan Tuhan.

Kabid Kebudayaan Affas Muntohar yang didampingi Kasi Kebahasaan Kesenian dan Nilai Tradisional pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus Giyono mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka pada Selasa (4/1) kemarin.

Affas menambahkan, pihaknya beserta jajaran terkait, yakni Polres, Kesbanglinmas, dan Kejari sejauh ini mencatat ada tujuh aliran kepercayaan di Kudus. ''Ketujuh aliran tersebut resmi terdaftar dan memiliki paguyuban masing-masing,'' katanya.

Dia mengemukakan, ketujuh paguyuban kepercayaan tersebut, yakni Suamarah (Jati Wetan), Harda Pusara (Bae), Sapta Darma (Kota), Pramana Sejati (Kota), Kawruh Kodrating (Kota), Susila Budi Darma (Kota), dan Budi Luhur (Mejobo).

Pihaknya selama ini setiap tahun setidaknya mengadakan pertemuan dengan ketujuh paguyuban tersebut untuk membina sekaligus memberikan bantuan kepada para anggotanya. Sejauh ini, kata dia, pihaknya setiap tahun mempunyai alokasi dana sekitar Rp 7 juta untuk kepentingan tersebut.

Adapun Giyono dalam kesempatan tersebut menyebutkan, sebenarnya di Kudus terdapat lebih dari tujuh aliran kepercayaan, tapi baru sebagian yang mendaftarkan diri secara resmi kepada Pemkab.

Hal tersebut, kata dia, terkait dengan keengganan dan sifat yang tidak mau diekspos oleh pihak luar terkait dengan keberadaan mereka. Berbagai aliran kepercayaan di Kudus secara umum terbagi dalam empat kategori, yakni berasal dari unsur keagamaan, budaya, paranormal, dan komunitas China.

''Dalam kenyataannya mereka menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik dengan kita, termasuk tidak bersinggungan atau bersengketa dengan yang lain,'' ujar Giyono. (ton-15e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA