| Rabu, 05 Januari 2005 | MURIA |
Dolog Beri Toleransi 15 Hari
BLORA - Hingga kemarin belum diketahui nasib ribuan ton beras jatah untuk keluarga miskin (raskin) tahun 2004 di Blora, yang mangkrak di Dolog akibat banyak desa yang belum mengambilnya. Asisten II Setda Blora H Umartono SH ketika dimintai konfirmasi menyatakan, pihaknya belum tahu pasti apakah beras itu akan hangus atau bagaimana. ''Saya belum mengecek ke Bagian Perekonomian, apakah jatah raskin itu akan hangus atau bagaimana,'' tandasnya kemarin. Hanya, lanjut dia, pihaknya mendengar informasi bahwa Dolog memberi toleransi 15 hari untuk pengembalian beras itu. Tidak disebutkan apakah jika dalam 15 hari tidak diambil beras akan hangus atau tidak. Sebagaimana diketahui, menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Blora Singgih Hartono, ada ribuan ton raskin tahun 2004 untuk Blora yang mangkrak di Dolog akibat belum diambil banyak desa. Menurutnya, pada Desember kemarin beras yang belum diambil oleh desa atau yang menumpuk di gudang ada 965 ton. Lalu, pada September juga cukup banyak, yakni 765 ton. Nilai beras yang termasuk kategori utang pasif itu jika dirupiahkan sekitar Rp 2 miliar Umartono mengemukakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Blora untuk melakukan pendekatan kepada para camat agar jumlah tunggakan yang ada, yakni beras yang sudah didrop tapi belum terbayar segera terbayar. ''Laporan sementara yang saya terima sudah ada pengurangan tunggakan,'' tambahnya. Akan Panggil Sementara itu, Singgih Hartono ketika dihubungi menjelaskan, ada informasi bahwa beras yang belum diambil itu akan dihanguskan. Sehubungan dengan itu pihaknya berencana akan memanggil Dolog untuk meminta klarifikasi. Pihaknya akan berupaya agar beras itu tidak hangus. Bahkan, lanjutnya, kalau memang diperbolehkan dia akan mencari pihak ketiga yakni mencari investor yang mau menalangi pembayaran beras di Dolog itu. Dalam rapat evaluasi pelaksanaan beras untuk keluarga miskin (raskin) tahun 2004 dan sosialisasi raskin 2005 di ruang pertemuan Setda Blora baru-baru ini, terungkap tunggakan pembayaran raskin se-Kabupaten Blora selama tiga bulan ini Rp 700 juta lebih. Jumlah itu, menurut versi Dolog, menjadikan Blora menduduki urutan pertama di eks Karisidenan Pati dalam hal tunggakan pembayaran raskin. Data yang ditunjukkan Dolog pada September-Oktober lalu raskin sudah disalurkan semua. Namun, ternyata pada September masih ada tunggakan Rp 20 juta lebih. Tunggakan-tunggakan tersebut berada di Kecamatan Kunduran (Rp 13 juta), Jepon (Rp 665.000), Randublatung (Rp 3 juta), dan di Kecamatan Blora Kota ada tungakan Rp 295.000. Sementara itu, tunggakan pada Oktober lebih banyak, yakni Rp 198 juta lebih. Jumlah itu dengan perincian di Kecamatan Sambong (Rp 1 juta), Kunduran (Rp 961.000), Banjarejo (Rp 28 juta), Bogorejo (Rp 268.000), Tunjungan (Rp 24 juta), Jepon (Rp 11 juta), Randublatung (Rp 6 juta), dan Blora Kota (Rp 21 juta). Kemudian tunggakan pada November masih Rp 500 juta, tercatat yang lunas baru Kecamatan Ngawen dan Blora. Adapun alokasi raskin pada Desember senilai Rp 700 juta yang lunas baru Kecamatan Ngawen. (ud-15e) |