| Rabu, 05 Januari 2005 | MURIA |
Tiga Calhaj Kehilangan UangPATI- Tiga calon haji (calhaj) dari Pati yang tergabung dalam kloter 29, Selasa (4/1) pagi kemarin, waktu Arab Saudi, telah kehilangan bekal uang miliknya 4.500 real. Hilangnya uang tersebut diduga akibat ulah jahil pencopet yang membaur bersama para calhaj. Seorang karom, H Mas'ud Alwi melalui telepon internasional dari Makah melaporkan kejadian tersebut kepada Suara Merdeka di Pati, kemarin pukul 14.00 WIB. Ketiga calhaj itu, katanya, Harti (57), asal Desa Karaban, Kecamatan Gabus. Dua lainnya, pasangan suami-istri Karmin (63) dan Supami (60), warga Desa Gebang, wilayah kecamatan yang sama. Kehilangan uang perbekalan calhaj yang bersangkutan itu kali pertama dilaporkan oleh ketua rombongan, setelah Supami memberitahukan suaminya bahwa uang miliknya 1.500 real yang berada dalam tas paspor hilang. Begitu mendapat pengaduan sang istri, Karmin secara spontan juga membuka tas paspor miliknya. Ternyata uang 1.500 real di dalamnya pun raib. Calhaj yang lain ikut-ikutan memeriksa isi tas masing-masing. Harti juga mengalami hal sama, sehingga jumlah kehilangan uang oleh tiga calhaj seluruhnya 4.500 real. Dengan demikian, pada musim haji tahun ini situasi Tanah Suci pun tidak aman. ''Masalahnya pencopet pun berbaur dengan para jamaah, sehingga secara leluasa bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,'' ujarnya. Iuran Kehilangan uang tiga calhaj asal Pati itu, kata H Mas'ud Alwi, diduga saat mereka sedang melaksanakan tawaf dan sai. Sebagaimana mengutip penuturan Harti, saat melaksakanan rangkaian kegiatan ibadah haji tersebut, wanita itu tanpa sengaja tiba-tiba digandeng oleh dua orang perempuan. Merasa mendapat pertolongan dari sesama jamaah calhaj, wanita itu sama sekali tidak curiga. Tetapi di balik kebaikan dan pura-pura menolong orang tua, ternyata tersembunyi niat tidak baik. Sebab yang ditolong justru kehilangan bekal uang dari dalam tasnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, tiga rombongan kloter itu harus iuran, masing-masing lima real. Karena tiap rombongan beranggotakan 45 orang maka uang yang terkumpul 675 real dibagi tiga. Ada rombongan calhaj lain dari Pati yang tergabung dalam kloter 28 juga berupaya melakukan hal yang sama. ''Dengan bekal uang dari hasil iuran tersebut, paling tidak yang bersangkutan tenang sehingga tidak akan mengganggu kegiatan ibadahnya.''(ad-15s) |