logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 MURIA
Line

Pengadaan CPNS Depag Blora

Peserta yang Tak Ujian tapi Lulus Ternyata Juga Ikut Tes di Pemkab

BLORA- Nunuk Haryanti, salah seorang peserta ujian CPNS di Depag Blora yang dikabarkan tidak mengikuti ujian namun saat pengumuman namanya ikut tercantum dalam daftar peserta yang lulus, ternyata dalam waktu bersamaan ikut tes juga di lingkungan Pemkab Blora.

Ka Kandepag Blora Drs H Achmad Kifni ketika ditemui menyatakan, berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan petugasnya ke panitia pengadaan CPNS Pemkab Blora, ternyata pada waktu bersamaan yang bersangkutan mengikuti ujian di Pemkab Blora. ''Hasil cek kami ternyata yang bersangkutan ikut ujian CPNS di lingkungan Pemkab Blora,'' tandasnya kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurutnya, dengan adanya temuan itu semakin menguatkan bahwa Nunuk memang tidak ikut ujian dalam pengadaan CPNS di lingkungan Depag Blora. Pasalnya waktu ujian di Pemkab dan Di Depag Blora bersamaan, sehingga sangat tidak mungkin seorang peserta bisa mengikuti ujian di dua tempat sekaligus dalam waktu yang sama.

Sebagaimana diketahui, ada beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan seleksi CPNS di lingkungan Depag Blora. Antara lain ada peserta tidak ikut ujian ternyata saat pengumuman namanya ikut tercantum dalam daftar nama peserta yang lulus. Termasuk jumlah peserta lulus tidak sesuai dengan formasi yang ada.

Menurut Ka Kandepag, peserta yang belakangan diketahui tidak ikut ujian namun saat pengumuman namanya tertera dalam daftar peserta lulus, yakni atas nama Nunuk Haryanti dengan nomor ujian 008664 untuk formasi guru fisika MAN. Sehubungan dengan itu pihaknya keberatan dan tidak akan memprosesnya. Permasalahan tersebut juga sudah dilaporkan ke Kanwil Depag Jawa Tengah untuk diteruskan ke Pusat.

Di Pemkab

Sementara itu, Kabag Kepegawaian Setda Blora Pramono SH ketika ditemui menyatakan, berdasarkan data absensi yang ada, nama Nunuk Haryanti ternyata mengikuti ujian di Pemkab Blora untuk formasi guru fisika SMP. Nomor ujiannya 1202755, dia mengikuti ujian di SMP 6, ruang 13 dengan nomor urut absen 12.

Menurut Kifni, diketahuinya Nunuk tidak mengikuti ujian bukan Depag yang mencari-cari, justru berawal dari pemberitahuan dari sesama peserta ujian. Depag juga telah memanggil Nunuk untuk keperluan klarifikasi. Waktu itu diberitahukan bahwa meski nama dan nomornya lulus -karena tidak mengikuti ujian- Depag tidak akan memberikan persyaratan untuk pemrosesan.

Dia mengatakan, saat dipanggil secara lesan Nunuk mau mengakui, hanya saat diminta untuk membuat pernyataan tertulis yang bersangkutan tidak mau. "Terus-terang kami mempertanyakan, kenapa mengirim data saja kok bisa lulus? Kami keberatan dan jika mau komplain Depag sudah siap,'' tandas Kifni.

Permasalahan pengadaan CPNS di Depag Blora tersebut termasuk adanya nomor dobel, ternyata sudah sampai di Dewan, termasuk di Polres Blora. Komisi A DPRD Blora yang sedianya akan memanggil Depag untuk klarifikasi permasalahan itu, Selasa kemarin terpaksa menunda karena Ketua Komisi A, Martono SH ada keperluan mendadak di Semarang.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Blora, AKP Yohan Setiajid menyatakan pihaknya sudah memanggil Depag Blora terkait laporan permasalahan itu. ''Ya, kami juga sudah memanggil Depag terkait adanya laporan itu,'' katanya, kemarin.(ud-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA