| Rabu, 05 Januari 2005 | SEMARANG |
Guru SMP Dicablek, Rp 19 Juta LudesSEMARANG- Pelaku kejahatan yang diduga kuat menggunakan ilmu hipnotis alias gendam atau cablek terus bergentayangan. Kali ini yang menjadi korban adalah seorang guru SMPN 26 Semarang, Siti Rodiyah (40) warga Jl Ngesrep Timur III, Kelurahan Sumurboto, Banyumanik. Akibat tipu daya penjahat, tabungan wanita itu senilai Rp 19 juta yang tersimpan di dua bank, ludes. Padahal, sebagian besar dari uang itu, Rp 14 juta, merupakan pinjaman dari bank dan akan digunakan untuk biaya operasi penyakit thyroid (kelenjar gondok). Tersangka berjumlah dua orang yang diduga kuat sama dengan pelaku dalam beberapa kejadian sebelumnya. Ciri-ciri dan modus yang mereka gunakan sama persis. Paling tidak ada salah satu pelaku yang selalu mengaku-aku sebagai orang Malaysia atau Singapura dan berlogat bicara Melayu. Selain itu, mengelabui korban dengan jam tangan Rolex palsu. Itu pula yang dialami Siti Rodiyah, kemarin. Kejadian bermula sekitar pukul 12.00 ketika Rodiyah hendak kontrol rutin ke dokter di Paviliun Garuda RS Dr Kariadi. Tiba di halaman parkir, tiba-tiba dia didekati lelaki yang mengenalkan diri bernama Harun Al Rasyid. Nimbrung Harus mengaku asal Malaysia dan sekarang tinggal di Singapura. Setelah berbincang-bincang sejenak, dia menyodorkan kartu namanya. Di kartu nama itu tertulis Harun adalah Chief Officer MV Golden Sea Shipping Corporation, beralamat di Jl Taman Razak Nomor 41 156, Kualalumpur. Kepada korban, Harun menawarkan sebuah jam Rolex yang menurutnya berlapis emas seharga Rp 260 juta. Tapi, Rodiyah menolak karena dia tak memiliki uang sebanyak itu. Sesaat kemudian muncul seorang lelaki mengaku bernama Rudi Wijaya. Dia ikut nimbrung dan mengatakan dirinya baru saja membeli jam serupa dari Harun seharga 10.000 dolar. Meski di depan Rodiyah mereka berpura-pura baru saja saling kenal, namun hampir dapat dipastikan kedua lelaki itu berkomplot. Mereka lantas membujuk Rodiyah agar mau membeli jam Rolex. Korban berusaha menghindar karena dia sudah ditunggu dokter, tapi kedua pelaku terus membujuknya hingga wanita itu akhirnya bersedia.(G3-89) |