logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 SEMARANG
Line

Public Hearing Partai Demokrat

Sukawi Tanpa Teks, Slamet Terinspirasi SBY

SEMARANG - Sehari penuh, delapan calon wali kota (cawali) dan tujuh calon wakil wali kota (cawawali) dari Partai Demokrat menjadi pembicara dalam public hearing yang digelar partai itu, Selasa (4/1).

Acara tersebut digelar DPC Partai Demokrat Kota Semarang di Aula Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang yang diikuti kader partai, LSM, akademikus, dan masyarakat umum.

Public hearing dipilih Partai Demokrat sebagai salah satu rangkaian penjaringan calon wali kota yang akan diusung partai tersebut dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang, Juni 2005.

Ada delapan calon wali kota yang mengikuti acara tersebut.

Mereka adalah H Sukawi Sutarip SH SE (Wali Kota Semarang saat ini), H Soendoro BA (pengusaha), Drs Roes Soegiat (pensiunan), H Slamet Prayitno SE MSi (pensiunan), Drs Muchatif Adisubrata MSi (Wakil Wali Kota Semarang saat ini), Kol Inf Sumardi (anggota TNI), HM Sudiro AP SE MM (wiraswasta), dan Agung Susilo (PNS Pemprov).

Ketujuh calon wakil wali kota adalah Bambang Hudi SH MHum (pensiunan), Drs H Ahmad Musafir (purnawirawan), Ir H Slamet Riyadi MT (pensiunan), Ny Adiarti Widyarto (pengusaha), Ir Djoko Marsudi (PNS), Drs Fatah Dahlan MM (PNS), dan M Riyanto SH MHum (akademikus).

Uniknya, para calon yang mengikuti acara itu, empat di antaranya berasal dari pegawai di lingkungan Pemkot Semarang. Yakni, Wali Kota Sukawi Sutarip, Wakil Wali Kota Muchatif Adisubrata, Djoko Marsudi (Kepala Bappeda), dan Fatah Dahlan (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan). Di sela-sela acara, salah satu calon, Kol Inf Sumardi, sempat meninggalkan acara untuk mengikuti suatu kegiatan.

Pada bagian pertama, tiap-tiap cawali memaparkan visi dan misinya selama sepuluh menit yang dipandu dua moderator dari petinggi FH Untag. Kemudian paparan itu ditanggapi peserta dan dijawab cawali dengan waktu lima menit untuk setiap cawali.

Pada bagian kedua, giliran cawawali mendapat giliran memaparkan visi dan misinya kepada audiens dengan mekanisme yang sama. Setiap calon mempunyai kiat tersendiri dalam penyampaian visi dan misinya. Berbeda dengan penyampaian visi dan misi ketujuh calon wali kota lain, Sukawi Sutarip tampil beda. Tanpa teks dia maju ke podium dan menyampaikan keberhasilan program selama memimpin lima tahun berikut visi dan misi untuk lima tahun ke depan, apabila terpilih lagi.

Meski tanpa teks, karena hafal di luar kepala, data-data yang disajikan cukup komplet. Misalnya, keberhasilan mengurangi utang sampai bisa memperbesar pendapatan asli daerah. Kemudian program-program beasiswa bagi murid SD/MI sampai SMA/ SMK/MA. Slamet Prayitno selain tampil dengan teks juga mempertontonkan konsep dokumen program 100 hari, apabila terpilih menjadi wali kota. Dia terinspirasi betul oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Apalagi menurut pandangan dia saat tampil di podium, Presiden SBY merupakan teman satu angkatan saat menjalani pendidikan Akmil tahun 1973. ''Saya kenal beliau. Cuma kalau saya di Semarang, dia di Jakarta,'' tandasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Semarang Muchatif di sela-sela penyampaian visi dan misi, dibantu panitia membagikan buku tentang dirinya. Buku berjudul ''Apa Adanya, Kata Kunci Sumber Kehidupan, Perjalanan Muchatif Adisubrata''.

Silakan Mengkritisi

Sementara itu, hasil public hearing cawali dan cawawali dari Partai Demokrat akan disosialisasikan kepada masyarakat. Setelah itu, warga dipersilakan menanggapi misi dan misi para calon yang telah disampaikan, baik dari sisi positif dan negatif. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang, Prajoko Haryanto mengatakan hal itu di sela-sela acara yang di Kampus Untag, Selasa (4/1) itu.

''Tanggapan dari masyarakat sejauh dapat dipertanggungjawabkan, akan menjadi masukan Partai Demokrat untuk menentukan calon wali kota dan wakilnya,'' kata dia.(G17,H1-64n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA