| Rabu, 05 Januari 2005 | KEDU & DIY |
SMK Negeri 1Luncurkan Traktor TanganSMK Negeri 1 Kota Magelang kembali meraih prestasi. Setelah pada Agustus 2004 meraih Sertifikat ISO 9001:2000 tentang manajemen mutu pendidikan dari PT TUV Internasional, Senin (27/12) lalu sekolah itu meluncurkan produk hand tractor (traktor tangan-Red) buatan siswa kelas III. Memang belum 100% semua komponen dibuat oleh siswa SMK tersebut, namun khusus girbox (bak persneling-Red) dan perakitannya mereka tangani. ''Membuat girbox paling sulit karena ukurannya harus benar-benar tepat dan di dalamnya terdapat berbagai macam komponen,'' ujar Kepala SMK Negeri 1 Drs Ch Heru Subroto MPd. Peluncuran traktor tangan dilakukan Wali Kota H Fahriyanto, disaksikan sejumlah pakar pendidikan dan pengusaha. Harga jual alat pertanian yang menggunakan mesin buatan RRC itu Rp 8 juta/unit. Desain gambar dari Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Solo. Pelibatan SMK Negeri 1 Kota Magelang membuat traktor tangan, merupakan kerja sama Direktur Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Depdiknas dengan Departemen Pertanian. Tujuannya, selain membantu petani mendapatkan alat pertanian yang harganya terjangkau, sekaligus untuk memberdayakan SMK terutama siswa kelas III. ''Mereka tidak hanya membuat barang untuk latihan tetapi juga memproduksi untuk dipasarkan.'' Suku Cadang Menurut keterangannya, sekolah yang dilibatkan membuat traktor tangan di seluruh Indonesia sebanyak 22 SMK, delapan di antaranya berada di Jateng. Semua produk itu nantinya bersaing di pasaran. Bahan untuk membuat traktor di 22 SMK sama, tinggal bagaimana kualitas kontrolnya. Mengenai suku cadangnya, dia menyebutkan, SMK Negeri 1 bersama ATMI dan lain-lain sedang mempersiapkannya, tentunya dengan harga yang terjangkau oleh para petani. Termasuk juga memperhitungkan purnajualnya sehingga pembeli merasa puas dengan produk sekolah tersebut. Pemasarannya juga akan dibantu Dikmenjur dan Deptan untuk memasok kepentingan para petani di seluruh Indonesia. Namun, sampai sekarang belum ada pemberitahuan kapan pembuatan secara massal dilakukan.(Doddy Ardjono-92j) |