logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 KEDU & DIY
Line

Provinsi DIY Kirim 115 Relawan ke Aceh

YOGYAKARTA - Tim relawan dari Provinsi DIY yang terdiri atas 115 orang, Selasa (4/1) kemarin berangkat menuju ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan mencarter pesawat Garuda dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Pada hari yang sama, 77 anggota Majelis Mujahiddin Indonesia juga berangkat dari Yogyakarta melalui jalur darat.

Sejumlah relawan tersebut berasal dari berbagai instansi dengan berbagai latar belakang. Dengan perincian, 30 orang dari anggota Polda DIY, 25 orang tim medis dari Dinas Kesehatan DIY, 25 warga Aceh yang tinggal di Yogyakarta, 18 orang dari Unit SAR DIY, 13 orang anggota PMI, 3 Menwa, dan 1 karyawan Badan Informasi Daerah.

Tim relawan ini akan bertugas membantu warga Aceh yang terkena gempa dan gelombang tsunami. Para relawan gelombang pertama ini akan bertugas dua minggu dan belum tahu akan ditempatkan di mana karena masih konfirmasi dengan panitia penanggulangan posko bencana di Aceh.

Selain mengirimkan relawan, pada hari yang sama masyarakat Yogyakarta melalui asrama pelajar dan mahasiswa Aceh di Yogyakarta juga mengirimkan lima truk bahan makanan dan pakaian. Pengiriman bahan makanan dan pakaian ini baru tahap pertama, pengiriman tahap kedua akan dilakukan pada Kamis atau Jumat mendatang.

Dalam kesempatan itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan, agar tim relawan selau siap dan bilamana mungkin tim ini oleh Satuan Tugas Nasional ditempatkan bukan di Banda Aceh tetapi ditempatkan di lokasi lain karena tim-tim medis dan relawan lain sudah masuk ke sana.

Karena itu, Gubernur minta agar para relawan betul-betul menyiapkan diri agar jangan menggantungkan orang lain. Untuk itu, harus membawa bekal yang cukup baik bahan pangan, minuman, maupun obat-obatan untuk dua minggu di Aceh. Sebab, di sana tidak mungkin belanja atau membeli sesuatu karena kondisinya tidak memungkinkan.

Sementara itu, Danrem 072 Pamungkas Kolonel Soewarno pada kesempatan yang sama menekankan, yang ragu-ragu sebaiknya segera mengundurkan diri agar tidak menjadi beban anggota yang lain.

Sebab, lanjut Kolonel Soewarno, di Aceh harus bekerja berat dan di samping mengurusi pengungsi juga harus memikirkan kesehatan sendiri selama hidup di sana. (sgt, P58-92j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA