| Rabu, 05 Januari 2005 | KEDU & DIY |
Jalur Parakan-Bejen Bergelombang dan LicinTEMANGGUNG - Jalan raya yang menghubungkan Temanggung-Kendal, khususnya antara Parakan-Bejen sepanjang 20 km kondisinya memprihatinkan. Selain licin, jalan tersebut juga bergelombang. Hal itu terjadi diduga akibat guyuran hujan beberapa hari belakangan ini. Kondisi semacam itu membuat para pemakai jalan kesulitan dan harus berhati-hati. Beberapa bagian jalan bergelombang dan bagian yang lain mulai berlubang. Bahkan, banyak bagian jalan yang tertutup tanah sehingga licin. Yang paling parah yaitu ruas Candiroto-Bejen sepanjang 8 km. Sejak hujan mengguyur beberapa hari ini banyak tanah yang larut terbawa air ke aspal jalan. Hal itu mengakibatkan jalan licin. ''Ruas jalan antara Desa Congkrang dan Bejen (Kecamatan Bejen) licin. Sebab, di kawasan itu selain banyak turunan/tanjakan dan tikungan tajam, juga banyak aspal yang bergelombang dan berlubang,'' kata sejumlah pengemudi angkutan di jalur tersebut. Akibatnya, di jalur tersebut sering terjadi kecelakaan ringan. Misalnya, truk terperosok parit atau sepeda motor tergelincir di jalan raya. Agar tidak semakin parah, para pengemudi dan warga sekitar berharap agar jalan tersebut diperbaiki secara total. Kepadatan Tinggi Padahal, jalur tersebut merupakan satu-satunya penghubung Temanggung-Kendal dengan arus kendaraan cukup padat. Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Magelang/Yogyakarta menuju Jakarta banyak yang melalui jalur tersebut. Camat Bejen Suwarto kemarin belum bisa dihubungi karena tengah dinas di luar kota. Namun, diperoleh keterangan, perbaikan dengan tambal sulam sudah dilakukan. Perbaikan dilakukan dengan prioritas jalan berlubang. Kini pendataan kerusakan terus dilakukan oleh pihak yang berwenang guna persiapan perbaikan berskala lebih besar. Hanya, hasil perbaikan tambal sulam semacam itu tidak bisa bertahan lama. Banyak bagian yang kembali rusak akibat guyuran hujan. (nt-92e) |