logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 KEDU & DIY
Line

Penerimaan CPNS Dinilai Janggal

BOROBUDUR- Seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) asal Muntilan mengadu Kepala Badan Kepegawaian Nasional mengenai transparansi penerimaan CPNS di Pemkab Magelang. ''Ada beberapa kejanggalan yang bagi peserta ujian bisa berdampak pada hilangnya hak seseorang untuk diterima sebagai PNS,'' kata Zaenul Fuad SSos, kemarin.

Dalam suratnya ke Kepala BKN tertanggal 3 Januari 2005, warga Muntilan itu menyebutkan ada perubahan nomor peserta ujian tanpa adanya pemberitahuan dari panitia, baik sebelum pelaksanaan ujian maupun pada saat pengumuman kelulusan.

Perubahan nomor peserta ujian itu untuk formasi tenaga komunikasi. Ada 34 peserta yang berarti nomornya 0000001 sampai 0000034. Tetapi dua nama orang yang lulus tes memiliki nomor berbeda.

''Mira Fatimah bernomor 0800162 dan Adin Widodo 0800114. Dikemanakan angka yang dibuat pada waktu pendaftaran?''

Dia menegaskan, perubahan nomor tes tanpa ada pemberitahuan lebih dulu tersebut sangat merugikan peserta ujian. Sebab dimungkinkan terjadi manipulasi dan kolusi terhadap hasil yang diumumkan.

Zaenul Fuad mencontohkan lemahnya pengawasan pada saat pelaksanaan testing CNPS di SDN Borobudur 24 November 2004. Sehari sebelum itu, dia melihat lokasi ujian.

Zaenul Fuad berusaha mengorek identitas pria misterius yang diduga sebagai stuntman itu, tetapi gagal. Karena yang bersangkutan bersikap tertutup, dia hanya bisa mencatat nomor polisi sepeda motornya, Yamaha Vega AD 4663 BT.

''Saya sempat membuntuti hanya sampai Palbapang Mungkid. Karena dia belok kiri ke arah Blabak,'' ungkapnya.

Kabid Data dan Kebutuhan Pegawai, Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Magelang Drs Sudiyanto mengatakan, perubahan nomor peserta terjadi mendadak, yakni sebelum tes. Terutama untuk formasi tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya.

Adapun yang mengubah BKD Jateng dan BKN dengan alasan untuk mempermudah komputer dalam mengakses data.

''Jika terjadi duplikasi nomor, tak bisa diakses oleh komputer,'' katanya.

Dia mengakui, perubahan nomor tes tidak diberitahukan kepada peserta dengan alasan tak ada waktu. Sebagai pegangan menggunakan nama dan tanggal lahir. Drs Agus Rudjito, Koordinator Pengawasan Tes CPNS di SDN Borobudur mengatakan, pengawasan dilakukan secara ketat, apalagi ditemukan dua joki tenaga kependidikan.

''Foto yang dipasang di kartu tes dicocokkan dengan wajah orang yang tengah menggarap soal-soal ujian,'' katanya. (pr-92s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA