logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 EKONOMI
Line

Diteliti, Kredit Konsumtif BPR untuk DPRD Wonogiri

SOLO- Kantor Bank Indonesia (BI) Surakarta akan mengirim tim ke sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Wonogiri untuk meneliti apakah ada penyimpangan dalam penyaluran kredit konsumtif kepada anggota DPRD daerah itu.

Sutikno, Kepala Kantor BI Surakarta mengungkapkan pihaknya telah menerima masukan dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Wonogiri yang menyebutkan ada BPR di daerah itu yang menyalurkan kredit konsumtif pada sejumlah mantan dan anggota DPRD.

Kredit tersebut dimanfaatkan untuk pengembalian dana tali asih yang pada saat ini kasusnya sedang dalam proses hukum.

''Dalam waktu dekat kami akan mengirim tim untuk meneliti kebenaran laporan LSM itu,'' ujarnya, kemarin. Ia tidak bisa berspekulasi dan akan mempelajari terlebih dulu apakah kredit konsumtif bisa digunakan untuk mengembalikan dana tali asih yang sedang diproses hukum tersebut.

Dia menegaskan, sepanjang penyaluran kredit itu memenuhi persyaratan teknis perbankan pihaknya menganggap tak terjadi penyimpangan. ''Kalau terjadi sesuatu di luar itu, maka bukan kewenangan kami,'' tuturnya.

Sementara itu, BI Surakarta telah melakukan kajian untuk menganalisis lebih jauh mengenai kemungkinan badan hukum BPR-BKK yang melakukan merger menjadi perseroan terbatas (PT) atau perusahaan daerah (PD) . ''Hasil kajian tersebut bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah sebagai pemilik atau pemegang saham sebagai upaya melakukan merger atau konsolidasi,'' jelasnya.

Konsolidasi sejumlah BPR-BKK menjadi satu kantor pusat dengan beberapa kantor cabang dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan, menekan biaya bunga pinjaman antar-BPR-BKK, menekan biaya dana, serta meningkatkan kemampuan memperoleh laba. Dalam kajian tersebut, BI Surakarta mengambil contoh simulasi konsolidasi 14 PD BPR-BKK se-Kabupaten Sragen. Sebelum proses konsolidasi jumlah BPR-BKK yang beroperasi 14 unit. Jika dikonsolidasi akan ada satu kantor pusat dan 13 kantor cabang. Jumlah modal disetor bank setelah konsolidasi menjadi Rp 6.275 juta dan rasio kecukupan modalnya 12,74%. (bt-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA