| Rabu, 05 Januari 2005 | EKONOMI |
Jamsostek dan Pertamina Siap Ambil Aset Bank GlobalJAKARTA- Bank Global yang berstatus dibekukan oleh Bank Indonesia (BI) per 13 Desember 2004, di hari-hari mendatang diperkirakan sisa asetnya akan semakin berkurang. Pasalnya, beberapa investor pembeli obligasi yang dikeluarkan bank bermasalah itu, mengancam akan mengambil apa saja untuk memperkecil kerugian mereka. Hal itu dilakukan karena para pembeli obligasi Bank Global kecil kemungkinannya untuk mendapatkan dananya kembali. Bank Global sebelum dibekukan mengeluarkan obligasi ratusan miliar rupiah. Di antara pembelinya adalah dua BMUN, yakni PT Jamsostek dan PT Pertamina. Jamsostek terlanjur menanamkan dananya Rp 100 miliar untuk membeli obligasi Bank Global, dan kini Jamsostek tengah mempersiapkan pengacara untuk memproses pengambilan aset PT Bank Global. Mengembalikan Investasi Pengambilan aset itu menurut Direktur Utama Jamsostek, Drs Achmad Djunaedi Ak, untuk mengembalikan investasi perusahaan. ''Kami akan ambil apa saja yang bisa diambil. Pengambilannya tentunya melalui wali amanat Bank Global, yaitu PT Bank Niaga Tbk,'' katanya, di Jakarta, Selasa (4/1). Pernyataan senada juga dikemukakan pihak Pertamina. Komisaris persero itu, Roes Aryawijaya, menegaskan dana investasi Pertamina sudah dipastikan hilang. Karenanya manajemen BUMN itu akan berusaha agar dana bisa kembali. Yang paling mungkin dilakukan adalah menguasai aset-aset Bank Global yang masih tersisa. Roes mengaku tidak mengetahui proses pembelian obligasi Bank Global oleh PT Pertamina Saving Investment (PSI) senilai Rp 85 miliar. Pemerintah hanya mengatur proses investasi perusahaan BUMN, khususnya pembelian obligasi. ''Kalau mau lebih sekian miliar, harus izin komisaris,'' katanya. Komisaris Pertamina itu akan melihat kembali proses pembelian obligasi tersebut. Antara lain untuk mengetahui apakah pembelian itu dalam satu waktu atau dibagi, misalnya Rp 20 miliar, Rp 30 miliar, dan Rp 30 miliar. (wa-82) |