| Rabu, 05 Januari 2005 | EKONOMI |
2005, Pariwisata Tetap ProspektifSEMARANG- Pariwisata Jateng -khususnya pada wisata pantainya- diperkirakan tetap tidak terpengaruh bencana gempa dan tsunami di Aceh. Bahkan, tahun depan tingkat kunjungan wisatawan ditargetkan akan meningkat 15% dari tahun 2004. Jumlah peningkatan ini sama dengan tahun 2004 dalam periode Januari hingga November wisatawan nusantara (domestik) naik 15%, sedangkan wisatawan asing naik 1,48%. ''Tahun ini, akan ada beberapa event di Jateng yang bisa menjadi pendukung target kenaikan kunjungan wisatawan ini. Selain itu, sudah ada keinginan pengusaha-pengusaha untuk membangun tempat akomodasi baru,'' kata Kepala Dinas Pariwisata Jateng Agus Suryono, kemarin. Mengenai dampak dari terjadinya bencana di Aceh, dia menyatakan sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Jateng. Apalagi, wisata pantai yang ada saat ini sebagian besar berlokasi di pantai utara, seperti Karimunjawa yang kecil kemungkinannya terserang bencana serupa. ''Lokasi wisata yang dinilai rawan, berada di daerah selatan dan kalau kami lihat jumlahnya tidak begitu besar,'' jelasnya. Berdasarkan data di Dinas Pariwisata Jateng, pada 2003, kunjungan wisatawan di wilayah ini mencapai 16.001.262 orang. Oleh karena itu, untuk mendukung target secara konkret, terobosan baru ini berupa pembenahan infrastruktur mulai dari sektor transportasi, objek wisata, sistem promosi, dan objek wisata terus dilakukan. Ia menambahkan, saat ini pemerintah provinsi telah melakukan pengembangan pariwisata di Jateng dengan model kawasan. Model pengembangan kawasan itu sekarang sudah mulai direalisasikan. Misalnya kawasan Solo-Selo-Borobudur. ''Kawasan ini menjadi kawasan pariwisata unggulan di Jateng.'' Agus menyatakan, tahun ini sektor pariwisata juga akan dijadikan sebagai salah satu andalan lokomotif perekonomian Jateng. Karena itu, potensi sumber daya pariwisata yang ada di Jateng akan kembali ditata secara terintegrasi antara satu daerah dengan daerah lain. (G2-82) |