| Rabu, 05 Januari 2005 | BUDAYA |
Album Baru, Nama BaruPOWERSLAVES pasti menyisakan beberapa kenangan di ingatan kita. Dan kini band yang "dilahirkan" di Semarang sekitar 12 tahun silam itu berupaya untuk mengembalikan kenangan-kenangan indah itu lewat sebuah album baru. Grup yang berformasi Anwar Fatahillah (bas), N'jet (vokal), Didik Crow (gitar), dan Agung Yudha (drum) mencoba gaya baru dalam album yang diberi tajuk Gak Bakal Mati tersebut. Bahkan yang agak unik, nama Powerslaves kini disingkat PS. "Kami menginginkan segala sesuatu yang lebih simpel dan langsung to the point. Sehingga untuk nama saja, kami sepakat untuk menyingkatnya menjadi PS saja," ungkap Anwar, satu-satunya personel lama yang masih bertahan. Perubahan nama itu juga menggambarkan perubahan yang terjadi dalam tubuh band rock ini. Mereka tidak ingin menghilangkan semua kenangan indah yang pernah mereka buat. Namun mereka juga ingin menunjukkan bahwa ada sesuatu yang berubah dalam kelompok musik ini. Dua Tahun Gak Bakal Mati menawarkan 11 lagu baru yang siap mengibarkan bendera musik rock dengan proses rekaman sekitar dua tahun. Lagu "Batere" menjadi ujung tombak album ini. Intinya, nomor ini menggambarkan kalau kita tidak bertemu seseorang yang kita cintai, kita ibarat handphone tanpa baterai. PS juga semakin bijak dalam pemilihan kata dalam setiap lirik lagunya. Tidak terasa menggurui walau banyak sekali pesan yang tersirat di dalamnya. Salah satunya bisa dinikmati lewat tembang "Bukan Cinta". Nomor ini mengisahkan kedekatan dua insan manusia tidak berarti mereka saling mencintai. Dalam album ini, PS mengajak beberapa musisi. Bersama Pay "BIP", mereka menggarap sebuah nomor akustik manis "Mama". Mereka tampaknya ingin menyatakan tidak mau lari dari kodrat sebagai band yang berbasis gitar. "Makanya, dalam album ini tidak akan ditemukan suara strings section seperti yang biasa ditemui dalam album akustik band lain," papar Anwar. Sedangkan lagu "Gak Bakal Mati" ingin menyuarakan bahwa PS tidak akan pernah pergi dari dunia musik rock, apapun kendala maupun kondisi yang mereka hadapi. Kendati kini diperkuat Agung Yudha yang tidak lain adalah mantan drummer trio jazz Kamadhatu dari Semarang, jiwa musik rock tetap mereka nyalakan. Itulah semangat PS. (Asep BS-81) |