logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Dua Jembatan Diperbaiki Serentak

PURBALINGGA- Dua jembatan di Desa Sindang, Kecamatan Mrebet, dan Desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara, yang rusak akibat banjir segera digarap serentak.

Anggaran perbaikan kedua jembatan sekitar Rp 950 juta dari APBD pos bencana alam 2005. Direncanakan dua bulan perbaikan itu selesai.

Kepala Bappeda Heny Ruslanto SE menyatakan jembatan di Sindang dikembalikan ke bentuk semula, yaitu jembatan gantung. Konstruksi jembatan terdiri atas baja dan palang kayu. Sebagian material jembatan lama yang dibangun tahun 1980 itu masih bisa dipakai.

''Dalam waktu dekat kami perbaiki. Semula panjang jembatan 80 m, lebar 2 m. Namun banjir mengakibatkan erosi sehingga jarak antarsisi sungai menjadi 100 m. Maka panjang jembatan baru menjadi 100 m dengan lebar tetap 2 m,'' kata Heny, kemarin.

Jembatan sepanjang 32 m di atas Kali Wotan di Kertanegara sudah dalam persiapan perbaikan. Pemerintah sudah menyewa jembatan darurat Balley yang dipasang sejak Senin (3/1). Direncanakan dalam empat hari jembatan itu selesai dipasang. Panjang jembatan 24 m dan lebar 5 m.

''Kami menyewa dari Bina Marga Provinsi sejak pemasangan sampai perbaikan jembatan selesai. Perbaikan permanen selesai dalam waktu dua bulan. Untuk sewa Balley dan perbaikan penyangga jembatan Rp 350 juta. Nanti kami membuat penyangga baru,'' katanya.

Dibungkus Beton

Penyangga yang rawan di sebelah timur, kata dia, akan dibungkus beton. Adapun penyangga yang miring dan sudah tak menopang badan jembatan dibongkar. Selama pekerjaan itu akan dipasang kisdam di sekitar proyek sebagai pengelak (pengalih) arus sungai.

''Mudah-mudahan tidak banjir besar lagi di kedua sungai itu sehingga jembatan vital bisa dipergunakan lagi oleh masyarakat. Jalan yang longsor kecil-kecil di enam lokasi, antara lain Desa Tanalum dan Rajawana, Kecamatan Rembang, sudah kami kerjakan. Dananya dari pos bencana alam dan biaya rutin pemeliharaan,'' katanya.

Sementara itu, akibat luapan Kali Klawing beberapa hari lalu, ruas jalan di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, yang merupakan jalur utama Purbalingga-Banjarnegara longsor sepanjang 5 m. Longsoran itu hingga sepertiga jalan yang menyebabkan jalan provinsi tersebut tidak bisa dilewati dari dua arah.

Pemerintah dan masyarakat berharap Bina Marga Provinsi segera memperbaikinya. Sebab, pada malam hari ruas jalan itu gelap. Sebuah bus jurusan Wonosobo-Jakarta pernah menabrak drum yang dipasang di sekitar jalan yang longsor itu. Jika tidak segera diperbaiki dikhaswatirkan kerusakan makin parah.

''Purbalingga punya beberapa perusahaan ekspor. Setiap bulan sedikitnya 60 truk kontainer melewati jalan itu ke pelabuhan di Semarang. Kalau kerusakan jalan itu terlalu lama dibiarkan, kami khawatir jalan yang longsor makin lebar,'' kata Heny.(F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA