logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 BANYUMAS
Line

BKD Tak Mau Menerima Berkas CPNS

CILACAP- Para peserta seleksi CPNS tahun 2004 untuk formasi tenaga administrasi dan penyuluh pertanian mengaku bingung dan penasaran. Karena, sampai saat ini hasil tes kedua formasi untuk lulusan SLTA itu belum diumumkan lewat media cetak.

Hampir setiap hari ada peserta tes menelepon ke Kantor Perwakilan Suara Merdeka Jalan Brigjen Katamso 32 Cilacap. Mereka mempertanyakan kapan harian ini memuat pengumuman hasil tes itu.

''Maaf, saya mau tanya kapan Suara Merdeka memuat lagi pengumuman hasil tes seleksi CPNS formasi tenaga administrasi? Kok sampai sekarang tak ada pengumumannya? Padahal, formasi lain sudah diumumkan,'' kata Nita, warga kota Cilacap, kemarin.

Sementara itu, banyak peserta tes yang lulus pun bingung. Sebab, Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum memberikan penjelasan kapan mereka melengkapi persyaratan untuk memproses nomor induk pegawai (NIP).

Mereka terpaksa pulang kembali ketika hendak menyerahkan berkas persyaratan ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Cilacap. Karena, BKD tak mau menerima dengan alasan belum ada petunjuk dari BKN.

Kepala Kantor BKD Drs Sutardjo MM mengatakan, banyak peserta tes formasi tenaga administrasi dan penyuluh pertanian datang ke kantornya. Mereka mempertanyakan pengumuman hasil tes. ''Kami tak bisa menjawab karena BKN pun belum memberikan penjelasan.''

Dia menyatakan sampai saat belum mau menerima berkas persyaratan peserta yang lulus seleksi. ''Begitu ada kejelasan dari BKN kami segera memanggil semua peserta tes yang lulus melalui surat. Kami akan memberikan penjelasan mengenai persyaratan yang harus mereka lengkapi dan kapan berkas itu diserahkan,'' katanya.

Minta Maaf

Kesalahan dalam surat Bupati Cilacap ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bernomor 800/1326/18/2004 tertanggal 27 Desember 2004 tentang permintaan peninjauan ulang oleh BKN atas pengumuman hasil seleksi CPNS Cilacap 2004 berbuntut. Meski beberapa hari kemudian kesalahan itu diralat dengan surat baru, DPRD kemarin mengimbau Bupati meminta maaf ke khalayak ramai.

''Sebaiknya Bupati minta maaf karena kesalahan itu merugikan pihak lain,'' kata Sekretaris Komisi D DPRD Arwani Amin Lc.

Arwani menyatakan yang dirugikan adalah para peserta seleksi CPNSD, terutama formasi tenaga strategis (S1 dan D3) yang lolos seleksi. Dalam surat pertama ke BKN Bupati menyebutkan pengumuman hasil seleksi CPNSD Cilacap janggal, antara lain jumlah peserta yang lolos tes dan kebutuhan tak sesuai. Formasi yang dianggap janggal menurut surat itu adalah sarjana komputer, sarjana teknik sipil, D3 komputer, dan D3 akuntansi.

''Padahal, yang lolos dan kebutuhan sudah sesuai. Jelas surat itu tidak benar dan merugikan peserta yang lolos,'' katanya.

Komisi D DPRD meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Cilacap segera memasang pengumuman pemberkasan bagi peserta yang lolos tes. ''Sampai sekarang pengumuman itu belum ada. Padahal, daerah lain sudah mengeluarkan. Itu membuat peserta yang lolos bingung. Padahal, mereka dikejar waktu untuk mengirim berkas agar diterima BKN tepat waktu.''

Dia menyatakan berkas yang lolos menurut kabar harus sampai ke BKN 25 Januari. Sampai berita ini ditulis Bupati H Probo Yulastoro SSos MM belum dapat dihubungi karena berada di luar kota.

Sementara itu, Sekda Drs Sayidi menyatakan sampai sekarang pemerintah belum memasang pengumuman pemberkasan karena menunggu jawaban dari BKN atas surat Bupati yang terbaru.

''Kami masih beranggapan hasil seleksi CPNSD Cilacap janggal. Masa untuk lowongan 18 tenaga administrasi dan penyuluh pertanian dari SLTA tidak ada yang lolos sama sekali. Padahal, peserta 4.000 orang,'' kata Sayidi. (ag,G21-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA