logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Kantor Investindo Tutup

Komputer dan Berkas Nasabah Dipindah

PURBALINGGA - Puluhan nasabah CV Investindo, unit usaha CV Berlian Artha Sejahtera di Purbalingga, sejak kemarin pagi berupaya menarik dana mereka yang disimpan sebagai modal usaha di CV itu. Namun setelah menunggu tiga jam, usaha mereka gagal.

Mereka hanya ditemui karyawan dan mendapat penjelasan bahwa pengelola yang dipimpin Krisbianto saat ini berada di Jakarta. ''Kami sedang mengurus pencairan dana sehingga paling cepat dana yang jatuh tempo baru dibayarkan pertengahan Januari, '' kata seorang karyawan.

Sebagian besar nasabah adalah PNS yang ingin memperoleh jasa besar dari usaha itu. Mereka memilih menutup mulut, tak mau memberikan keterangan ke wartawan, karena takut kehilangan uang simpanan.

Pujoanto dari Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas, menuturkan menitipkan modal Rp 40 juta dan temannya Rp 60 juta. Pukul 08.00 dia datang di kantor itu. Namun sampai dua jam belum mendapat kepastian kapan dananya dikembalikan.

Beberapa nasabah yang datang membawa tas besar dikomentari nasabah lain. ''Wah, simpanannya pasti besar. Wong tasnya besar,'' ujar seorang nasabah.

Berapa uang nasabah yang dihimpun CV itu? Dalam demonstrasi Gerakan Masyarakat Peduli Purbalingga (Gempur), Senin (3/1), disebut-sebuat uang nasabah Rp 200 miliar. Namun beberapa nasabah yang kemarin mengurus simpanan menyatakan dana yang terkumpul Rp 150 miliar.

Menarik Modal

HS, nasabah asal Kemangkon, mengakui uangnya yang tersangkut di CV itu Rp 500 juta. Pria yang baru pulang kerja dari Korea itu semula menitipkan Rp 100 juta. Uang jasa setiap bulan Rp 10 juta dia tanam kembali hingga akhirnya Rp 200 juta. Dia juga mengajak saudara dan teman-temannya sehingga terkumpul Rp 650 juta.

September 2004 dia berniat menutup investasi dengan menarik seluruh modal. Namun hanya bisa cair Rp 150 juta. Adapun sisanya Rp 500 juta belum bisa ditarik. Sejak Desember uang jasa yang semestinya Rp 50 juta juga belum dibayarkan.

Dia terduduk lemas di pojok teras kantor. ''Saya tidak tahu harus omong apa kepada teman dan saudara-saudara yang nitip uang lewat saya. Bahkan masuk penjara pun saya siap,'' katanya.

Sekitar pukul 11.00 ketika nasabah tinggal satu-dua orang, sejumlah karyawan memindahkan perlengkapan kantor seperti komputer dan dua tumpuk berkas nasabah. Setelah itu karyawan menutup tirai kaca jendela.

''Berkas dan komputer kami amankan untuk menghindari hal-hal yang tak kami inginkan,'' ujar seorang karyawan.

Setelah kantor tutup, aparat Polres Purbalingga datang untuk mengamankan. Kapolwil Banyumas Komisaris Besar Drs Prasetyo SH MM, kemarin, menyatakan sejumlah pengurus CV itu sudah ditangkap. Dia berharap Bank Indonesia (BI) Cabang Purwokerto segera menelusuri dana nasabah yang disimpan di berbagai bank di Banyumas untuk pemblokiran.

Pemimpin BI Cabang Purwokerto, Mochtari, menyatakan pemblokiran dana tidak perlu izin BI, cukup bekerja sama dengan bank penyimpan dana. Dia juga siap membantu menelusuri dana itu jika diperlukan. (P16-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA