| Kamis, 06 Januari 2005 | SALA |
60 Persen Kelahiran Ditangani DukunKOTA - Sekitar 60 persen persalinan di daerah perkotaan, termasuk Solo, menurut dokter Prof Dr St Mulyata SpAn KIC, ditangani dukun. Kurang lebih 20 persen lain dibantu bidan, dan hanya 20 persen ditangani dokter. Dari persentase itu, risiko kesalahan penanganan bagi wanita yang melahirkan, terutama bagi prenatal (baru kali pertama melahirkan), cukup tinggi. Hal tersebut, kata dosen Fakultas Kedokteran UNS Surakarta yang akan dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Anestesi, Sabtu (8/1), itu bergantung kepada tingkat sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Bagi masyarakat yang berkantong tipis, biasanya cenderung menggunakan jasa dukun bayi untuk membantu persalinan. Kalau terjadi pendarahan, lanjutnya, baru dibawa ke rumah sakit. "Jika mereka yang melahirkan merasa sangat kesakitan, kecenderungannya lalu minta dioperasi. Padahal, risiko infeksi pada operasi itu empat kali lebih besar dibanding persalinan normal. Lebih-lebih, jumlah rumah sakit di kebanyakan daerah relatif terbatas," ujarnya. Atas kenyataan riil tersebut, dia menyatakan bahwa senam hamil bagi ibu-ibu hamil dapat mengurangi, bahkan menekan rasa nyeri dan kesakitan saat melahirkan. Pernyataan itu dilandasi penelitiannya pada 2000-2001, dengan sampel 68 orang hamil. Sampel itu antara lain dengan kriteria wanita berumur 20-30 tahun, baru kali pertama hamil, dan tingkat pendidikan paling rendah SLTA. Namun dalam perjalanannya, hanya 34 orang yang terus mengikuti proses penelitian tersebut hingga pascamelahirkan. "Mereka melakukan senam hamil sejak kandungannya berusia 26-28 minggu. Pelaksanaannya seminggu sekali, dengan waktu 45 menit pertama untuk penyuluhan. Setelah itu, 45 menit berikutnya untuk senam, hingga dia melahirkan," tuturnya (D11-17a) |