| Kamis, 06 Januari 2005 | SEMARANG |
Musala untuk SemesteranDEMAK- Hingga kemarin, sejumlah siswa SMP 2 Sayung menunaikan ibadah salat di masjid yang tak jauh dari sekolah itu. Sebab musala milik SMP 2 Sayung tersebut dijadikan tempat ujian semester ganjil bagi pra siswa kelas ID dan IIID. Sebelum menempati musala itu, ke-48 siswa kelas ID dan IIID sempat mengerjakan sosl-soal tes di hall terbuka sekolah itu. Karena angin bertiup kencang menyebabkan konsentrasi mereka agak terganggu. "Kertas soal maupun lembar jawaban milik anak-anak hampir berterbangan tertiup angin yang cukup kencang. Kami tidak tega melihat mereka sehingga kami putuskan untuk memindahkan anak-anak ke musala," tutur Kepala SMP2 Sayung Dra Rr Noer Indah Aprianti MPd. Sementara itu, di SMK Sayung yang dipergunakan sementara untuk tempat tes bagi 48 siswa SMP 2 Sayung kelas I dan III, kondisinya agak memprihatinkan. Karena belum berubin keramik dan pengecatan pda bagian dinding tembok juga belum sempurna. Kondisi yang sama terjadi pada ruang kelas baru (RKB). Lebih jauh, kepala SMP 2 Sayung itu menyatakan, tiga bangunan lokal, yaitu ruang kelas IIE, IIF dan kelas IA pada 2000 pernah mendapat bantuan proyek rehab imbal swadana dari Depdiknas Pusat. Jumlah dana bantuan sekitar Rp 30 juta itu dalam bentuk satu paket, dan dipergunakan untuk perbaikan tiga lokal bangunan sekolah itu. Antara lain, mengganti lantai dengan ubin keramik, bagian dinding yang keropos ditambal sulam, dan begitu pula dengan bagian kayu atap juga ditambal sulam. rtinya, tidak semua kayu blandar maupun kayu usuk diganti total.(F2-84 ) |