logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 SEMARANG
Line

Tingkatkan Kualitas Hasil

Petani dan Nelayan Gandeng Bulog

GROBOGAN - Untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Grobogan bekerja sama dengan Perum Bulog Subdivre 1 Semarang. Nota kerja sama dalam bentuk kemitraan itu ditandatangani di pendapa kabupaten, kemarin.

Ketua KTNA Grobogan Ir Suwarto mengatakan, kerja sama itu merupakan tindak lanjut kerja sama antara KTNA nasional dan Perum Bulog di Minahasa beberapa waktu yang lalu. "Kerja sama kemitraan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola usaha, sehingga hasil panennya berkualitas," kata Ir Suwarto di sela-sela acara acara "Sosialisasi dan Penandatanganan Piagam Kerja Sama antara KTNA dan Perum Bulog".

Bentuk kerja sama tersebut dimulai dengan pembuatan areal demontrasi percontohan kelompok tani (demplot) seluas 5 hektare ha per kecamatan. Selain itu, rencananya setiap 5 hektare akan mendapatan pinjaman uang untuk pembelian benih padi dan pupuk Rp 3 juta-Rp 5 juta dari mitra kerja Perum Bulog yang terseleksi. "Harapannya, bila kualitas gabah baik, nilai jualnya juga tinggi," kata Kepala Perum Bulog Subdivre 1 Semarang Drs Djoko Haryoto.

Dia mengemukakan, rencananya program tersebut dapat direalisasikan pada musim tanam kedua (MT II) nanti.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan Grobogan Ir Edhie Sudaryanto MM, dengan kerja sama itu petani tidak hanya bisa menaman padi dengan baik, tapi juga dapat menjual padi mereka. "Petani juga dilatih mengenai agrobisnis padi," katanya.

Dalam sambutannya Bupati Grobogan Agus Supriyanto mengatakan, di Grobogan pertanian merupakan basis yang sangat penting. Karena itu, Pemkab senantiasa memberi perhatian khusus agar terus tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, pertanian menjadi fondasi yang kokoh bagi perkembangan perekonomian masyarakat Grobogan.

"Grobogan mempunyai potensi produksi padi sekitar 550.000 ton/tahun, jagung 400.000 ton/tahun, dan kedelai 53.000 ton/tahun. Hasil tersebut sangat membanggakan dan semakin memantapkan posisi kami sebagai daerah lumbung pangan," katanya.

Meski demikian, dia meminta agar para petani tidak lantas berpuas diri. Selain keberhasilan, masih terdapat kendala yang harus diatasi bersama, antara lain harga jual komoditas yang rendah pada saat panen raya.

"Semoga kerja sama ini berkelanjutan, sehingga petani bisa menjual hasil pertanian mereka dengan layak dan memberikan kebanggaan kepada para petani di Grobogan dalam meningkatkan produksi. Dengan begitu, para petani mempunyai posisi tawar yang lebih." (H3-84e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA