| Kamis, 06 Januari 2005 | SEMARANG |
Kolektor Buku Karya Orang TerkenalMESKI sibuk dengan pekerjaan sehari-hari, kegemaran Kepala Kantor Pertanahan Demak H Ken Permono SH MH mengoleksi dan membaca buku-buku karangan tokoh-tokoh terkenal dunia, tak juga surut. Padahal, buku-buku yang kini dikoleksinya itu kebanyakan tebalnya 200-300 halaman. Buku yang dikoleksi itu antara lain "Sukses Dalam Hidup, Sukses Dalam Jiwa" karya Napoleon Hill, buku "Berpikir dan Berjiwa Besar" karya David J Schwartz, serta berbagai majalah yang terbit di Indonesia. "Hidup itu harus berguna bagi orang lain. Atau, paling tidak berguna bagi diri sendiri dan keluarganya," kata Ken. Menurut dia, membaca dan mengoleksi buku adalah kegemarannya sejak remaja. "Buku itu jendela ilmu. Untuk mendapatkan ilmu itu ya harus rajin membaca. Membaca apa saja. Ya buku iptek, biografi atau otobiografi orang terkenal, buku karya orang-orang terkenal, majalah, atau koran." Bagaimana dengan gawe besar yang kini tengah dihadapi. Yakni, program Sertifikasi Massal Swadaya atas 5.000 bidang tanah di di Kecamatan Karanganyar, Sayung, Bonang, Gajah, Mranggen, Karangawen, dan Kecamatan Kota? "Ya, urusan kantor tetap harus beres. Masalah kegemaran membaca ya jalan terus. Yang, pasti kami sudah mengajukan permohonan kepada Pemkab untuk menyubsidi Rp 100 ribu/bidang tanah dalam program ini. Namun, semuanya itu bergantung Dewan. Apakah disetujui atau tidak," katanya. Menurut ayah dari empat putra buah kasihnya dengan Hj Evy Herawati SH MHum menambahkan, program SMS itu bertujuan sebagai stimulasi bagi masyarakat untuk menyertifikatkan tanahnya. Sasarannya adalah masyarakat golongan ekonomi lemah. "Dengan memiliki sertifikat tanah yang sah itu, kami pihaknya berharap akan muncul potensi modal yang selama ini tidur menjadi modal bergerak. Misalkan untuk jaminan meminjam modal usaha." Apalagi dengan berlakunya PP No 40/2002, di mana ditegaskan biaya sertifikasi Rp 350 ribu/bidang. Angka itu memang belum termasuk biaya lain-lain. Karena itu dengan rencana subsudi dari Pemkab Demak maka diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang ditanggung masyarakat. Ken sendiri nampaknya cukup menguasai masalah pertanahan. Maklum, karirnya di awali sebagai staf BPN Kanwil Jateng (1974-1984). Pada 1984-1993 dia menjadi Kepala Seksi Penataan Guna Tanah (PGT) Kantor Pertanahan Kudus. Alumnus Fakultas Hukum di Untag Semarang tahun 1985 itu, menjabat Kasi PGT di BPN Surakarta (1993-2002) dan posisi yang sama di Kantor Pertanahan Kendal. Semenjak 26 Desember 2002, dia menjabat Kepala Kantor Pertanahan Demak. (Arwan Pursidi-84) |