logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 SEMARANG
Line

Membuat Telur Asin sambil Belajar Baca Tulis

SEMARANG - Program Keaksaraan Fungsional menjadi pilihan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jateng dalam upaya pemberantasan buta huruf. Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga P dan K Jateng Drs Soedjioto MPd mengungkapkan hal itu, baru-baru ini.

Program Keaksaraan Fungsional sengaja dipilih karena tidak hanya mengajarkan baca tulis, tetapi juga membekali keterampilan yang berguna di masyarakat bagi warga belajar yang mengikuti program itu.

Soedjioto mengungkapkan, ada seorang warga belajar yang mengikuti Program Keaksaraan Fungsional selama 4 bulan bisa hidup mandiri dengan mempraktikkan cara membuat telur asin.

Berawal dengan mempelajari baca tulis yang isinya tentang membuat telur asin, kata dia, satu kelompok warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Banyumas yang mendapat modal Rp 1,5 juta dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) itu kini modalnya telah meningkat menjadi Rp 2 juta lebih.

''Untuk menunjang Program Keaksaraan Fungsional, kami merekrut 561 sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu. Mereka menjadi tenaga lapangan dikmas (pendidikan masyarakat-Red) untuk mendampingi wajib belajar di seluruh PKBM,'' ujarnya menirukan ucapannya saat mengunjungi PKBM Karangsalam Baturraden Banyumas bersama Kepala Dinas P dan K Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM.

Tenaga lapangan dikmas yang telah berjalan dalam kurun lima tahun itu diharapkan dapat membantu pelaksanaan kegiatan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Mereka dikontrak selama satu tahun dan mendapat honorarium Rp 600.000.

Tiga Juta Lebih

Dari data laporan akhir tahun 2004, jumlah buta huruf di Jateng mencapai 3.621.341 orang atau sekitar 11% dari penduduk Jateng. Dari jumlah itu, 2.875.294 orang merupakan kelompok masyarakat berusia 45 tahun ke atas. Disusul kelompok usia 10-44 tahun yang jumlahnya mencapai 746.047 orang.

Dinas P dan K sebagai penanggung jawab utama teknis penyelenggaraan pembangunan bidang pendidikan memprioritaskan pemberantasan buta huruf pada penduduk usia 10-44 tahun.

Pada tahun 2004, dalam upaya pemberantasan buta huruf telah tergarap 14.800 warga belajar melalui 285 PKM dan 1.715 kursus pendidikan luar sekolah masyarakat.

Sebaliknya, pada tahun ini Dinas P dan K Jateng melalui Subdin Pendidikan Luar Sekolah (PLS) berencana mengatasi sekitar 100.000 orang yang buta huruf. (wid-64n)

Angka Buta Huruf di Jateng sampai Akhir 2004

Penduduk Buta Huruf Jumlah
Usia 45 tahun ke atas 2.875.294
Usia 10-44 tahun 746.047
Jumlah 3.621.341

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA