logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 SEMARANG
Line

Undip Siap Tampung Mahasiswa Unsyiah

  • Forum Rektor Adakan Pertemuan

SEMARANG - Undip siap menampung mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang ingin melanjutkan pendidikannya. Hal itu diungkapkan Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc, Rabu (5/1).

Menurut dia, Undip setidaknya bisa menampung sekitar 100 mahasiswa Unsyiah yang ingin menyelesaikan studi di Undip, meski saat ini daya tampung tiap-tiap program studi sudah penuh.

''Ya, kalau ditambah dua orang tiap program studi dengan asumsi ada 50 program studi di Undip, maka 100 mahasiswa Unsyiah paling tidak telah terselamatkan studinya. Saya kira PTN lain di Jawa juga siap menampung mereka,'' ujar dia.

Prof Eko mengungkapkan, penampungan mahasiswa Unsyiah itu merupakan langkah terakhir, setelah kampus terdekat seperti Universitas Sumatera Utara (USU) atau Universitas Negeri Padang (UNP) tidak bisa lagi menerima mereka.

Mahasiswa Unsyiah, lanjut dia, sudah barang tentu bisa mempertimbangkan kedekatan tempat tinggal dengan keluarga, lokasi kampus yang dirasa cocok, kenyamanan serta pertimbangan teknis lain, sebelum pindah ke universitas di Jawa.

''Forum Rektor Indonesia akan mengadakan pertemuan khusus, membahas nasib mahasiswa Unsyiah dalam melanjutkan studi pasca bencana alam pada 14 Januari mendatang,'' kata Ketua Pembina YPSDM-Forum Rektor Indonesia itu.

Sumbangan di Jalan Dihentikan

Prof Eko juga mengimbau agar penarikan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang dilakukan di jalan-jalan sudah saatnya dihentikan.

Menurut dia, permintaan sumbangan di jalan raya itu apabila terus dilakukan, sangat rawan terhadap dugaan penyelewengan penyaluran bantuan yang telah terkumpul. Sebab, masyarakat sangat sulit memantau, apakah dana yang bisa dihimpun akan sampai ke tangan yang berhak atau tidak.

''Sekarang banyak ditemui orang-orang yang melakukan penarikan sumbangan bencana alam Aceh di perempatan jalan tanpa memakai jaket almamater atau identitas yang bisa dipertanggungjawabkan,'' ucap dia.

Meski bangsa Indonesia sedang mendapat musibah, ungkap dia, bisa saja ada orang-orang tertentu yang memanfaatkan situasi dengan meminta dana atau barang dengan mengatasnamakan solidaritas Aceh di tempat-tempat strategis, tanpa pertangungjawaban yang jelas.

Dia mengatakan, gerakan solidaritas dengan meminta bantuan untuk Aceh di jalan sudah saatnya dihentikan untuk menjaga citra mahasiswa. Masyarakat tetap bisa menyalurkan bantuan Aceh dan Sumatera Utara melalui tempat-tempat yang dapat dipertanggungjawabkan dan diakses proses penyampaian bantuannya kepada para korban. (wid-73m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA