| Kamis, 06 Januari 2005 | SEMARANG |
DPU Segera Keruk Kali TenggangBALAI KOTA-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang akan segera melakukan pengerukan Kali Tenggang. Namun tindakan itu dilakukan agar aliran air bisa lancar, dan belum merupakan penanganan secara menyeluruh. Penjelasan itu disampaikan Kepala DPU Kota Semarang Acmad Kadarisman ST, Rabu (5/1) saat dijumpai Suara Merdeka di Tinjomoyo. Dia memperkirakan, kegiatan itu akan diselenggarakan akhir bulan ini atau setidaknya awal bulan depan. Dia menjelaskan, biasanya pengerukan dilakukan di seluruh bagian sungai. Namun untuk kali ini, upaya itu diutamakan pada bagian-bagian sungai yang ditumbuhi eceng gondok, termasuk di Muktiharjo. ''Pengerukan dilakukan tenaga manusia dan alat berat,'' kata dia. Seperti diketahui, Kali Tenggang memang sering menimbulkan persoalan. Kondisi drainase kota itu buruk dan di berbagai tempat sangat dangkal. Namun di antara bagian-bagian sungai itu, yang paling parah adalah endapan di Muktiharjo. Menurut dia, tanaman liar berupa eceng gondok memang sulit dihilangkan. Sekitar empat bulan silam, DPU sebenarnya sudah melakukan pengerukan. Namun saat ini sudah muncul lagi. Maka pengerukan sungai yang ditumbuhi eceng gondok setidaknya harus dilakukan setiap lima bulan sekali. Ketika ditanya dananya, dia tidak menyebutkan jumlahnya. Upaya pengerukan sedimen itu dilaksanakan dalam rangka pemeliharaan saluran. Untuk itu yang digunakan, dana operasional dan pemeliharaan. Buruknya kondisi Kali Tenggang membuat, beberapa wilayah di daerah aliran sungai itu tergenang. Hal itu bukan hanya membuat warga yang tinggal di wilayah genangan menderita, tetapi juga menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Kaligawe yang merupakan jalur nasional. Achmad Kadarisman mengakui, sungai itu harus ditangani secara menyeluruh. ''Seperti halnya Kali Banger, dalam menangani Kali Tenggang Pemkot juga berniat menggandeng pihak ketiga,'' kata dia. (G6-64) |