| Kamis, 06 Januari 2005 | SEMARANG |
Tabrakkan Diri ke Truk, TewasTUGU- Adi Syaiful (21), karyawan Rumah Makan Sampurna Jl Semarang-Kendal, Mangkang kemarin tewas mengenaskan setelah nekat menabrakkan diri ke sebuah truk gandeng yang sedang melintas di jalan raya. Pemuda yang tinggal di Wonosari RT 4 RW 7, Ngaliyan itu tewas dengan kepala dan tubuh luka parah akibat tergencet ban belakang truk. Jenasahnya kemarin langsung dimakamkan keluarganya. Tindakan itu diduga sengaja dilakukan Adi untuk mengakhiri hidupnya. Menurut keterangan polisi, Adi menderita stres. Keterangan lain menyebutkan, dia mengidap gangguan jiwa. Namun hingga kini belum ada kejelasan apa yang menyebabkan pemuda itu stres. Keluarganya belum bisa dimintai banyak keterangan, karena masih terguncang. Peristiwa yang menggegerkan itu terjadi sekitar pukul 09.00. Menurut sejumlah karyawan RM Sampurna, sebelumnya Adi terlihat sarapan pagi seperti biasa. Gerak-geriknya tak mencurigakan. Tapi tak berapa lama kemudian, secara tiba-tiba dia menuju ke dapur dan mengambil sebilah pisau, lalu hendak ditusukkan ke tubuhnya. Beberapa rekan korban bergegas mendekatinya dan mencegah tindakan nekat tersebut. Sebagian memeganginya, yang lain berusaha merebut pisau dari genggaman tangan Adi yang terus meronta-ronta. Usaha mereka tampak akan berhasil ketika pisau bisa direbut. Tapi Adi rupanya sudah benar-benar nekat. Terbukti, setelah itu dia berlari ke arah jalan raya depan rumah makan yang ramai dilalui kendaraan. Pada saat bersamaan, meluncur truk gandeng L-7840-GU yang dikemudikan Mohamad Arifin, warga Sidoarjo, Jatim. Tanpa bisa dicegah lagi, Adi melompat ke kolong truk. Dia tewas seketika terlindas ban belakang. Arifin mengaku sama sekali tidak menyangka ada orang yang menabrakkan diri ke truknya. Dia baru menyadari hal itu setelah merasakan kendaraannya melindas sesuatu. Hingga kemarin, Arifin masih dimintai keterangan aparat Satlantas Polres Semarang Barat. (G3-73) |