logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 SEMARANG
Line

Diresmikan Wali Kota

Combat Game Jadi Andalan Wisata Baru

GUNUNGPATI - Permainan perang-perangan atau combat game akan menjadi salah satu andalan wisata Kota Semarang. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang diminta segera mengajukan anggaran untuk menambah berbagai perlengkapan yang bisa disewakan.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota H Sukawi Sutarip, Rabu (5/1), seusai meresmikan combat game di Obyek Wisata Tinjomoyo Semarang.

Dia optimistis permainan itu akan diminati bukan hanya oleh warga Semarang, melainkan juga pengunjung dari kota-kota lain. Namun dia mengingatkan, permainan itu hanya boleh dilakukan remaja dan orang dewasa.

Anak-anak belum diizinkan karena dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan.

Untuk mendorong minat masyarakat, Dinas Pariwisata diminta meningkatkan berbagai fasilitas seperti menambah jumlah soft gun. ''Senjata'' berbentuk senapan, pistol, dan revolver itu harganya berkisar Rp 100. 000 - Rp 300.000.

''Warga yang ingin bermain perang-perangan tidak perlu membeli senjata, tetapi cukup menyewa,'' kata dia.

Lokasi permainan itu juga bisa menggunakan jalur outbound yang diresmikan Wali Kota beberapa bulan lalu.

Sementara itu fasilitas lain yang akan ditambah adalah halang rintang melintasi sungai dan memanjat tower. ''Dengan begitu, bisa seperti perang sungguhan,'' kata dia.

Saat ditanya tentang anggaran, Wali Kota menyatakan belum bisa memberikan mengatakan jumlahnya. Namun anggaran itu bisa masuk dalam APBD Kota Semarang, dan Dinas Pariwisata diminta segera menghitung.

Selain sebagai wisata, permainan itu merupakan salah satu sarana melatih sportivitas. Untuk tahap awal, combat game bisa dilakukan para satgas partai politik. Kelak, berbagai unsur di Pemkot, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja, bisa juga ikut memanfaatkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Drs H Agus Sudarmadji mengatakan, kegiatan itu terselenggaran juga atas dukungan dari para wartawan berbagai media.

Dia mengatakan, para wartawan itu memberikan istilah ''skirmish'' untuk permainan ini. Dia kemudian mengetahui bahwa istilah ''skirmish'' digunakan untuk perkelahian singkat menggunakan tombak pada zaman Romawi kuno. Senjata yang digunakan dalam combat game adalah air soft gun dengan peluru plastik.

''Skirmish menuntut kerja sama tim, pengembangan taktik, dan strategi, kewaspadaan, survival, ilmu medan serta sportivitas peserta,'' kata dia. (G6-64n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA