| Kamis, 06 Januari 2005 | SEMARANG |
Hanya Pedagang Buah yang Dipindah
BALAI KOTA-Pemindahan pedagang yang disebut-sebut terkait dengan program revitalisasi kawasan alun-alun tahap ketiga, hanya untuk pedagang grosir buah di Pasar Yaik. Para pedagang itulah yang akan direlokasi, setelah Pemkot membangun ulang Pasar Rejomulyo. Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tommy Yarmawan Said, Rabu (5/1) mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran dalam APBD Kota Semarang. Dana itu akan digunakan untuk membiayai penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan detail engineering design Pasar Rejomulyo. ''Setelah pasar itu jadi, Pemkot akan memindah pedagang buah yang selama ini menempati Yaik,'' kata dia. Secara umum dia memberikan gambaran, pedagang buah nantinya akan menempati lantai dua. Sementara lantai pertama untuk pedagang unggas. Keberadaan pasar itu juga akan dipadukan dengan pasar ikan higienis. Ditanya tentang program sosialisasi pada pedagang terkait revitalisasi kawasan alun-alun Semarang, dia menyatakan hal itu akan dilakukan. Namun pelaksanaannya akan menunggu Bappeda Kota Semarang. Pihaknya tidak akan tergesa-gesa melakukan sosialisasi, karena pelaksanaan revitalisasi juga belum jelas. Dia memberi contoh, seandainya revitalisasi akan dilaksanakan sekitar 2 tahun lagi, maka saat ini belum saatnya sosialisasi pada pedagang. Dia khawatir jika sosialisasi dilakukan tergesa-gesa dan tanpa perencanaan matang, justru akan menimbulkan persoalan sosial. ''Maka saya juga terkejut, ketika persoalan revitalisasi itu sudah muncul di media massa,'' kata dia. Dia juga mengemukakan, ada gagasan Shopping Center Johar (SCJ) yang kini mangkrak akan dihidupkan lagi. Pemkot sudah berpikir menggandeng investor untuk menghidupkan kembali tempat itu sebagai pasar tradisional semi modern. Bahkan antara Pasar Johar dan SCJ, nantinya juga akan dihubungkan jembatan, seperti antara Johar dan Yaik. ''Nantinya pengunjung dari Johar bisa ke SCJ lewat jalur itu, sehingga penyeberang jalan di bawah bisa dikurangi,'' kata dia. Lanjutkan Renovasi Sementara itu, anggota Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Semarang AY Sujianto menuturkan, rencana meredesain Pasar Rejomulyo sebagai pasar induk di Kota Semarang merupakan gagasan yang baik. Namun soal rencana merelokasi pedagang di depan Masjid Kauman, dia berpendapat itu sebaiknya dikembalikan kepada sikap para pedagang. ''Kalau pedagang mau, rencana itu akan berjalan bagus,'' tandas anggota Dewan dari PPP itu. Namun apabila pedagang menolak direlokasi, dia mengusulkan sebaiknya Pemkot melanjutkan rencana renovasi Pasar Yaik. Pada tahun 1997 rencana renovasi itu sudah menjadi wacana yang ramai. Bahkan investor yang akan merenovasi, kabarnya sudah ada yang bersedia. Namun rencana itu, akhirnya belum terlaksana dan surut begitu saja, karena muncul kekhawatiran sejumlah pedagang. Ketakutan pedagang, di antaranya mereka khawatir setelah direnovasi tidak mendapatkan tempat yang bagus seperti sebelumnya. ''Tadinya menempati kios depan, tapi setelah direnovasi justru mendapatkan di bagian belakang,'' kata dia mencontohkan kekhawatiran pedagang kala itu. Revitalisasi kawasan di sekitar Masjid Besar Kauman memang perlu dilakukan supaya kawasan masjid tidak semrawut dan masjid terlihat lebih berwibawa.(G6,G17-64) |