logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 EKONOMI
Line

Persaingan Pasar Motor Akan Makin Sengit

TAHUN ini diperkirakan tahun paling sengit bagi persaingan pasar motor. Ibaratnya, 2004 adalah masa percobaan dan 2005 menjadi ajang pertarungan sesungguhnya.

Tahun lalu pasar tumbuh di luar dugaan. Padahal ketika itu ada tiga tahapan pemilu yang semula dikhawatirkan berdampak negatif terhadap bisnis motor.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Angka enjualan motor melejit. Tahun lalu secara nasional permintaan motor seluruh merek mencapai 3,8 juta unit atau 50.000 unit/bulan. Tahun sebelumnya hanya 30.000 unit/ bulan.

Bahkan untuk merek tertentu, misalnya Yamaha, calon konsumen terpaksa inden untuk bisa mendapatkan kendaraan yang diinginkan.

Kemungkinan besar fenomena tersebut adalah dampak dari kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang membaik setelah terpuruk akibat krisis ekonomi pada 1997.

Selain itu, harga motor makin terjangkau. Belum lagi banyak lembaga pembiayaan bersaing memperebutkan konsumen lewat berbagai tawaran menarik, antara lain bunga kredit rendah.

Tahun 2005 pasar motor di Jateng umumnya dan Semarang khususnya diperkirakan tumbuh 20%-30% untuk seluruh merek.

Meski pertumbuhan itu cukup menggiurkan, bukan berarti setiap merek bisa meraih pertumbuhan pasar signifikan.

Soalnya, dealer, distributor, dan pemasar merek akan mati-matian memperebutkan pangsa pasar. Banyak strategi yang digunakan untuk meraih pasar. Namun sampai saat ini belum terlihat mereka mengeluarkan strategi ampuhnya.

''Namun yang jelas masing-masing merek sudah yakin bakal meraih porsi cukup besar. Dari total permintaan tersebut Yamaha memasang target pertumbuhan 23%,'' ujar Takahasi, Presiden Direktur Yamaha Motor Kencana Indonesia Indonesia di sela-sela grand opening Direct Distributor System (DDS) Yamaha Semarang Jalan Pandanaran, akhir tahun lalu.

Tak Muluk-muluk

Winarto Notoprawiro, Direktur PT Kymco Center Jateng mengakui persaingan tahun ini akan kian berat sehingga pihaknya tidak muluk-muluk mencanangkan target.

''Tahun ini seluruh item Kymco ditargetkan terjual 85 unit/bulan. Memang, saat ini pangsa pasar kami masih kalah dari motor Jepang, namun kami yakin target itu bisa tercapai,'' tegasnya.

''Kami memberikan garansi piston hingga lima tahun dan suku cadang mudah didapat. Harganya pun cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 10 juta,'' tuturnya.

PT Kymco Center juga menggandeng sejumlah lembaga pembiayaan, antara lain Finansia, Adira, Swadarma, dan Sumitomo. Menariknya, jangka waktu kredit yang diberikan hingga 4 tahun.

Tahun 2004 salah satu merek yang penjualannya naik di luar dugaan adalah Honda. Transaksi yang semula diprediksi sepi karena bersamaan dengan penyelengaraan pemilu ternyata melonjak hingga 50% dari rata-rata 15.000/bulan tahun 2003 menjadi 20.000-25.000/bulan hingga November 2004.

"Kami sampai tidak bisa menyediakan stok khusus di gudang karena setiap barang datang saat itu juga habis," ungkap Sukamto Margono, Kepala Sub Departemen Pemasaran PT Astra International Tbk Honda Cabang Semarang.

Permintaan yang tinggi itu, menurut dia, diakibatkan oleh minat pasar yang cukup besar untuk mengalihkan uangnya dalam bentuk aset kendaraan.

Beberapa hal antara lain kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) baik legal maupun ilegal akhir tahun lalu serta keberhasilan panen turut memengaruhi minat beli.

Ia menegaskan meski persaingan antarmerek saat ini sangat ketat, pasar kendaraan bermotor masih terbuka lebar.

"Di Bali rasio orang dan jumlah kendaraan sudah mencapai 1:2, sedangkan di sini (Jateng-Red) masih 1:8. Artinya, peluang penjualan masih terbuka lebar," jelasnya.

Yamaha Center PT Harpindo Jaya tahun ini menargetkan peningkatan penjualan 50% atau 32.000 unit. Sepanjang tahun lalu dealer Yamaha tersebut berhasil memasarkan lebih dari 15.000 unit.

''Melihat kondisi pasar tahun ini penjualan motor akan terus meningkat, apalagi didukung oleh optimisme para pelaku ekonomi baik nasional maupun daerah,'' kata Pamungkas SE, Kepala Cabang PT Harpindo Jaya Jalan MT Haryono Semarang.

Dealer Yamaha yang lain, yakni PT Yamaha Mataram Sakti (YMS), tahun ini menargetkan peningkatan penjualan motor sebesar 38% dari tahun lalu.

Pada tahun 2004 dealer tersebut mencatat penjualan sebesar 18.000 unit dan tahun ini ditargetkan bisa memasarkan 25.000 unit. (Arie Widiarto-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA