| Kamis, 06 Januari 2005 | EKONOMI |
Pemprov Jateng Dukung Trading House di RotterdamSEMARANG-Pemerintah Provinsi Jateng mendukung penuh rencana pendirian trading house (lembaga promosi) di Rotterdam, Belanda, yang digagas oleh para pengusaha muda di Jateng. Pembukaan lembaga promosi itu bertujuan meningkatkan potensi pasar di Eropa atas produk-produk unggulan provinsi ini. Penegasan itu disampaikan oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto seusai mendengarkan paparan dan pendapat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Indonesia Marketing Association Indonesia (IMA) Chapter Jateng, Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jateng, dan Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asephi) Jateng di RM Seoul Palace Jalan Pandanaran Semarang, semalam. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Jateng Murdoko dan Ketua Komisi B DPRD Jateng Khafid Sirotudin. Selain itu, hadir Kepala Badan Penanaman Modal Jateng Yeru Salimianto serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Banudjojo Hascaryo. Dari kalangan antara lain Kukrit Suryo Wicaksono (Ketua Umum Hipmi Jateng), Dhodit LA Wardhana (Sekjen IMA), Ir Anggoro Rahmadiputra (Ketua Asmindo Korwil Jateng), dan Ibrahim Agus Supono (Ketua Asephi) Jateng. Gubernur menyatakan dukungan itu antara lain dalam bentuk komitmen untuk membiayai penyewaan tempat, sedangkan para pengusaha diberi kepercayaan mengelola lembaga itu mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga kegiatan operasional. ''Kami melihat lembaga ini akan sangat prospektif bagi perluasan pasar, terutama untuk produk yang memang layak dipromosikan khususnya dari kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM),'' ujarnya. Daya Saing Menurut dia, tahun ini Pemerintah Provinsi Jateng memprogramkan sebagai tahap peningkatan daya saing. Pada tahap inilah yang program dasarnya peningkatan sektor perdagangan (trade), investasi (investment), dan pariwisata (tourism) akan terus diupayakan lewat berbagai strategi. ''Tentu saja trading house akan mendorong dari segi peningkatan sektor perdagangan,'' tandasnya. Meski demikian, Mardiyanto berharap pengelolaan lembaga itu dilakukan secara profesional dan terprogram. Maksudnya, harus ada progress yang bisa dipertanggungjawabkan baik kepada masyarakat umum maupun dunia usaha. Dengan demikian, tidak sebagaimana lembaga serupa yang pernah didirikan provinsi lain yang terbengkelai lantaran pengelolaannya kurang profesional. ''Hal itu memang tidak mudah, tapi saya yakin jika didasari keinginan kuat untuk membangun bersama Jateng, maka Insya Allah akan berhasil,'' tuturnya. Gubernur menambahkan selama ini pemerintah provinsi sudah merintis hubungan dengan pemerintah di negara-negara Eropa, contohnya Spanyol, Italia, hingga Republik Ceko. Karena itu, melalui keberadaan trading house di Rotterdam diharapkan bisa terus terjalin kerja sama yang sudah dirintis itu melalui peningkatan kerja sama bisnis. ''Harapan terbesar tentu saja akses pasar produk Jateng lebih meningkat. Sebab, dengan begitu pada akhirnya ekonomi bisa ikut terdongkrak,'' tegas Mardiyanto. (G2-53) |