logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 EKONOMI
Line

Cadangan Devisa 36,32 Miliar Dolar

JAKARTA-Posisi cadangan devisa pada 31 Desember 2004 naik 423,30 juta dolar AS menjadi 36,32 miliar dolar AS dari pekan sebelumnya. Kenaikan itu terutama disebabkan oleh penerimaan migas dan pinjaman luar negeri. Demikian dikemukakan oleh Deputi Kepala Biro Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Riyanto di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, lanjut dia, posisi uang primer meningkat Rp 15,96 triliun menjadi Rp 199,45 triliun. Dilihat dari komponennya, peningkatan itu terutama disebabkan oleh peningkatan uang kertas dan logam yang diedarkan serta kenaikan saldo giro bank.

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat naik Rp 7,86 triliun menjadi Rp 226,62 triliun, terutama disebabkan oleh pembayaran dana alokasi umum, kupon obligasi pemerintah, serta pinjaman luar negeri.

Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) tidak mengalami perubahan, sedangkan Operasi Pasar Terbuka (OPT) secara neto memberikan dampak ekspansi sebesar Rp 6,00 triliun.

''Dengan perkembangan di atas, net domestic asset (NDA) dalam pekan itu memberikan pengaruh ekspansi sebesar Rp 14,00 triliun sehingga mencapai Rp 28,60 triliun,'' tambah Erwin.

Rata-rata tertimbang tingkat diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka waktu 1 bulan hasil lelang 5 Januari 2005 adalah sebesar 7,42%, sedangkan sebelumnya 7,43%.

Lelang SBI jangka waktu 1 bulan kemarin menyerap dana sebesar Rp 64,00 triliun atau 89,65% dari

jumlah lelang yang diterima BI.

Rata-rata tertimbang tingkat diskonto SBI jangka waktu 3 bulan hasil lelang kemarin adalah sebesar 7,30%, sedangkan sebelumnya 7,29%.

''Lelang SBI 3 bulan tersebut menyerap dana sebesar Rp 1,99 triliun atau 93,22% dari jumlah lelang yang diterima,'' jelasnya.(bn-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA