logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 EKONOMI
Line

Peran Bank Asing Makin Besar

JAKARTA-Peran bank asing di Indonesia makin besar, antara lain melalui investasi dananya di bank-bank nasional akibat kemudahan dari pemerintah yang membolehkan bank asing memiliki saham hingga 90%.

"Kepemilikan saham sebesar itu sebagai upaya pemerintah mendorong perbankan nasional agar tetap eksis menjelang pemberlakuan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) 2010 nanti," kata Farid Rahman, Direktur Utama Bank Himpunan Saudara (HS) 1906 di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dana investor asing yang masuk ke bank-bank nasional merupakan upaya meningkatkan modal bank lokal sehingga kesehatannya makin baik, tetapi risikonya pemilik saham lokal pada bank itu berkurang.

Menurut dia, bank asing yang masuk ke bank-bank nasional tidak perlu dikhawatirkan karena masing-masing bank mempunyai segmen pasar dan kiat-kiat sendiri sehingga bank-bank lokal lainnya tetap eksis dan mampu berkembang.

''Dalam hal ini pemerintah mempunyai kebijakan untuk mendorong pertumbuhan perbankan nasional, sehingga memberikan kemudahan kepemilikan asing di bank-bank nasional hingga 90%,'' ujarnya.

Berbeda dari Indonesia, di Malaysia dan Australia persentasi kepemilikan saham bank asing dibatasi. Mereka cenderung mendorong industri perbankannya supaya bisa lebih maju daripada bank-bank asing.

Bank NISP, misalnya, 55% sahamnya dimiliki oleh Bank OCBC dari Singapura dan lebih dari 15% dikuasai oleh International Finance Corporation (IFC), lembaga keuangan internasional.

''Contoh lainnya, Standard Chartered Bank menguasai saham Bank Permata,'' tambahnya.

Tahun ini, kata dia, diperkirakan banyak bank yang akan melakukan merger atau akuisisi untuk memenuhi ketentuan API. Itu sudah terjadi pada Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC yang merger menjadi Bank Century.

Mengenai suku bunga perbankan, Farid mengatakan pada saat ini masih stabil meski The Fed (bank sentral AS) berencana menaikkan tingkat suku bunga Fed Fund untuk mendorong pertumbuhan ekonominya.

''Tingkat suku bunga perbankan masih stabil sekalipun Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga SBI untuk satu bulan menjadi 7,44% dari sebelumnya 7,43% sebagai upaya mengantisipasi pasar,'' ucapnya.

Pertumbuhan 30%

Sementara itu tahun ini Bank HS 1906 menargetkan pertumbuhan 30%, meningkatkan penyaluran kredit sebesar Rp 600 miliar, dan meraih laba sebelum pajak Rp 24 miliar yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang membaik.

''Untuk mendorong penyaluran kredit bank itu akan membuka kantor cabang di Bekasi, Cibinong, dan Jabar sehingga target yang akan disalurkan bisa tercapai lebih cepat,'' kata Farid Rahman.(ant-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA