logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Petani Sikampuh Menanam Ulang

CILACAP - Sejumlah petani Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, pekan ini menanam ulang padi di sawah. Karena, mereka ragu padi sebelumnya dapat tumbuh baik setelah lebih dari tiga hari tergenang air dari anak Sungai Tipar.

Memang mereka tak mengganti semua benih di satu petak sawah. Mereka hanya mengganti benih yang jelas-jelas tak bisa tumbuh dengan baik. Jadi setelah penanaman ulang di satu petak kerap ada benih lama dan benih baru tumbuh berjejeran.

''Kami hanya menanam ulang benih yang rusak akibat tergenang air. Benih yang masih baik kami biarkan tumbuh,'' kata Mulyanto (45), petani Desa Sikampuh.

Dia menyatakan petani menempuh langkah itu hampir setiap kali musim tanam bersamaan dengan musim hujan. Sering tanaman baru dan lama tumbuh dengan baik. Namun pernah juga benih lama dan baru mati karena kembali tergenang air.

''Ya, beginilah risiko nyawah di sawah rawan genangan. Kalau nasib baik kami tetap bisa panen,'' katanya.

Petani di desa itu yang menanam ulang cukup banyak. Itu sebanding dengan puluhan hektare sawah di desa mereka. Beberapa desa di Kecamatan Kroya dan Nusawungu (Cilacap timur) serta Sidareja (Cilacap Barat) selama ini rawan genangan. Air menggenang akibat air sungai tak jauh dari sawah di ketiga kecamatan itu, seperti Sungai Tipar dan Gatel, meluap.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Anton Santosa menyatakan total sawah rawan genangan saat ini 4.000 ha. Dinas Pertanian mempersiapkan bantuan benih khusus untuk penanaman ulang. (G21-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA