SUARA MERDEKA
 
INDEKS BUDAYA Rabu, 05 Januari 2005

KALAU hendak memahami kehidupan, cobalah bertanya pada keruh lumpur. Agaknya, hal itulah yang hendak dipresentasikan Sanggar Seni Paramesthi lewat refleksi akhir tahun bertajuk ''Garis Lumpur'' yang digelar di Joglo Paramesthi Jl Kelud Utara 22 Semarang, baru-baru ini.

KEBERUNTUNGAN terus mengikuti perjalanan Meet the Fockers yang telah 12 hari beredar di pasaran. Film tersebut bertahan di puncak box office dengan meraup pendapatan 42,8 juta dolar AS (sekitar Rp 390 miliar) pekan ini.

POWERSLAVES pasti menyisakan beberapa kenangan di ingatan kita. Dan kini band yang "dilahirkan" di Semarang sekitar 12 tahun silam itu berupaya untuk mengembalikan kenangan-kenangan indah itu lewat sebuah album baru. Grup yang berformasi Anwar Fatahillah (bas), N'jet (vokal), Didik Crow (gitar), dan Agung Yudha (drum)

SEMARANG-Pelukis Jimmy Lauy tetap produktif melukis objek-objek naturalis. Di ruang studio lukisnya, puluhan karyanya tertata rapi. Beberapa di antaranya masih bersandar menunggu finishing tapi banyak yang telah melekat di seluruh dinding ruangan rumah galerinya di Jl Puri Anjasmoro K 5/22 Semarang.

MESKI "Kuis Siapa Berani?" (KSB) yang diproduksinya sudah tayang lebih dari 1.000 episode, Helmy Yahya tak terpikir untuk merayakannya, apalagi mendaftarkannya ke Museum Rekor Indonesia (Muri).''Terus terang kita sama sekali nggak kepikiran untuk merayakannya secara khusus. Bencana di Aceh kemarin membuat kita sama sekali tidak berencana untuk merayakan episode ke-1.000 ini,'' tutur Helmy ketika ditemui di studio Indosiar, usai memandu episode ke-1.000 KSB.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA