| Rabu, 05 Januari 2005 | SALA |
Target Bantuan Peduli Aceh Rp 2 MiliarKEPEDULIAN sosial masyarakat Sragen ternyata cukup tinggi. Dalam waktu singkat, elemen masyarakat menghimpun dan menyalurkan Rp 1,017 miliar serta memberangkatkan 17 relawan ke lokasi bencana di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Diperkirakan, dana yang akan dihimpun total Rp 2 miliar. Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Bupati Untung Wiyono, sebelum bertolak bersama 17 relawan ke Aceh. Masyarakat begitu cepat menghimpun dana bantuan untuk Aceh, bagaimana caranya? Itu karena masyarakat memiliki kepedulian membantu korban musibah di Aceh. Kami membuka posko-posko bantuan, mengetuk dermawan lewat radio, media cetak dan media elektronik, bantuan pun mengalir deras. Bantuan juga datang dari elemen masyarakat, PNS, pengusaha, warga keturunan, dan warga tiap RT/RW. Bahkan anggota DPRD pun ikut urunan. Berapa dana yang sudah terkumpul? Tahap pertama, lima hari aksi sudah terkumpul Rp 1,017 miliar. Puluhan relawan juga sudah mendaftar dan minta dikirim ke Aceh. Namun setelah diseleksi, yang memenuhi syarat hanya 17 relawan yang terdiri atas 4 dokter, 7 perawat, 2 paramedis, dan 4 Tim SAR. Mereka sudah dikirim ke Aceh dan dibekali biaya untuk hidup di lokasi musibah. Apa motivasi sebagai pimpinan daerah untuk menggerakkan kepedulian warga? Kami sebagai masyarakat Sragen memiliki jati diri. Inilah warga Sragen yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Kami berpendapat, bantuan harus segera terkumpul dan disalurkan. Sebab derita korban sudah sedemikian memilukan. Bantuan yang paling praktis dalam bentuk uang pun disalurkan ke Tim Nasional Penanggulangan Bencana Nasional. Target dana yang akan dikumpulkan? Kami usahakan masyarakat Kabupaten Sragen bisa menghimpun dana Rp 2 miliar. Itu belum termasuk obat-obatan, pakaian, selimut, dan bahan makanan yang terkumpul dan menunggu disalurkan. Dana bantuan itu terus mengalir. Semoga bantuan itu menjadi amal ibadah para donatur. (Anindito AN-20i) |