logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 SALA
Line

Warga Khawatir Banjir Susulan

BOYOLALI - Puluhan warga Dukuh Karanglo, Desa Guli, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali mengkhawatirkan banjir susulan. Apalagi beberapa hari ini curah hujan sangat tinggi sehingga Kali Gorok di dukuh tersebut bisa saja meluap dan memakan korban warga yang tinggal di sepanjang kali tersebut.

''Karena itu, setiap hujan saya harus selalu waspada,'' kata Sofyan, warga Desa Guli, kemarin.

Sekadar catatan, puluhan rumah Jumat lalu terendam air karena Kali Gorok Dukuh Karanglo meluap. Akibatnya, warga mengungsi ke desa lain.

Sebab, puluhan rumah tergenang sehingga ada yang rusak bahkan roboh. Ketinggian air saat Kali Gorok meluap mencapai dua meter. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Menurut penuturan warga, volume Kali Gorok yang memanjang dan melintasi Dukuh Karanglo selama musim penghujan ini cenderung tinggi. Setelah hujan lebat, air sungai pasti naik. Karena itu, bila hujan terus-menerus turun, mereka khawatir terjadi banjir susulan.

Sebagian warga memang sudah kembali ke rumah masing-masing. Warga hanya mengungsi satu atau dua hari, lalu pulang untuk bergotong royong memperbaiki rumah.

Meski dengan waswas mereka berketetapan untuk tinggal di rumah. ''Antisipasi saya kalau banjir lagi ya menghindar dan mengungsi,'' kata salah seorang warga, Tarmo.

Selalu Waspada

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas), Drs Gintaryo saat dimintai konfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan ke lapangan, banjir susulan bisa saja terjadi.

Apalagi belakangan curah hujan cukup tinggi sehingga Kali Gorok bisa meluap. Karena itu, dia pun meminta warga masyarakat waspada dan tanggap situasi.

''Bila curah hujan tinggi dan genangan kali semakin tinggi, warga hendaknya cepat menghindar atau menyelamatkan diri,'' kata dia.

Dia mengatakan, pemerintah dalam waktu dekat akan memberikan bantuan terhadap korban musibah banjir Jumat lalu.

Pihaknya sudah menyampaikan laporan tertulis kepada Bupati.

Bantuan yang diberikan biasanya berupa uang dan beras.

Dengan uang itu warga diharapkan bisa membeli kebutuhan yang mendesak. Misalnya, paku, genting, dan alat material lain.

''Saya melihat rumah-rumah yang roboh sudah didirikan lagi,'' katanya. (shj-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA