logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 SALA
Line

Pemkot Diminta Segera Bertindak

  • Soal Hunian Rawan Ambrol

JEBRES - Warga di tepian Bengawan Solo yang rumahnya nyaris ambrol, mendesak Pemkot segera mengambil langkah. Mereka mengungkapkan hal itu menyusul runtuhnya sebagian hunian seorang warga RT 2 RW 1 Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Prapto.

Rumah itu kini hanya berdiri sebagian, sedangkan dapur yang terbuat dari bata tanpa plester, telah roboh dan sebagian larut ke jurang. ''Segeralah Pemkot mengambil langkah. Kalau akan dibikin talud, kami berharap itu terealisasi sesegera mungkin. Namun kalau dirasa langkah teknis tak bisa ditempuh, kami dipindahkan saja ke tempat yang lebih aman. Jangan biarkan kami tak menentu seperti ini,'' ujar Anik Sri Wahyuni, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Sewu.

Warga lain, Hendro menyatakan, warga yang menempati daerah bantaran tersebut terus waswas jika tidak ada antisipasi terhadap lokasi yang rawan longsor tersebut. Apalagi beberapa waktu terakhir aliran Bengawan Solo cukup deras. Akibatnya, tanah yang gembur cepat sekali tergerus seperti yang melongsorkan sebagian rumah Prapto. Rata-rata, enam hunian di bibir sungai tersebut telah ambrol lebih dari 10 meter setahun terakhir.

Bukan Liar

Anik menuturkan, warga yang menempati tepi sungai terbesar se-Jateng tersebut bukan warga liar. Rumah dan tanah yang mereka tempati masih bersertifikat. Meskipun sebagian yang menempati enam hunian tersebut berstatus bukan pemilik, mereka berharap Pemkot tetap memberikan kepedulian.

''Kami bukan warga liar, meskipun menempati daerah tepi sungai. Hunian ini bersertifikat sehingga sah. Sewaktu pembangunan tanggul sungai, hunian di sini belum dibebaskan,'' paparnya.

Sebelumnya, hunian di RT 2 RW 1 Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres yang rawan ambrol terus meluas. Enam rumah warga di wilayah itu terus digerogoti derasnya aliran sungai Bengawan Solo. Bahkan, saat hujan deras dan air sungai itu meluap Selasa (28/12) lalu, sebagian dapur rumah warga, Prapto, runtuh ke sungai, sedangkan bangunan dinding rata dengan tanah setelah sebagian halaman terhanyut arus. (SM, 28/12).

Secara terpisah, Kepala DPU Kota Surakarta Ir Tjeng Haedar ketika dimintai konfirmasi mengemukakan, pihaknya belum mengetahui lokasi rawan longsor tersebut. Sebab, ia belum menerima laporan dari lurah atau warga soal kondisi tersebut. Karena itu ia belum bisa berkomentar tentang langkah teknis untuk lokasi tersebut. Namun ia berjanji akan segera mengecek ke lapangan. (G18-17i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA