| Rabu, 05 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Kemampuan Kurniawan karena PrimaveraJAKARTA-Pelatih Indonesia Peter Withe memuji striker Kurniawan Dwi Yulianto yang masuk pada babak kedua saat timnya tertinggal 0-1. Pemain asal Magelang itu mengawali kebangkitan gemilang timnas pada babak kedua. "Saat turun minum saya katakan pada para pemain bahwa kami harus memiliki 11 pemain dan saya telah memutuskan memainkan dia pada babak kedua. Kenyataannya, saya perintahkan dia masuk, dan ketika dia masuk segalanya berubah," kata pelatih asal Inggris itu dalam jumpa pers usai pertandingan seperti dikutip situs event dua tahunan tersebut. "Saya pikir dua tahun di Italia telah mengubah dirinya sebagai seorang striker. Cara dia tetap tenang dan mencetak gol pertamanya benar-benar luar biasa, Striker lain mungkin tidak bisa mengatasi situasi sebagus dia," kata Withe, yang dua kali membawa Thailand juara Piala Tiger dan kini mengincar hattrick untuk memantapkan diri sebagai pelatih paling sukses sepanjang kejuaraan tersebut. Penyerang Persebaya tersebut masuk pada menit ke-55 babak kedua menggantikan Ismed Sofyan dan empat menit kemudian mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Buta Withe mengakui dia awalnya buta atas kemampuan pemain yang disisihkan oleh Ivan Kolev pada Piala Tiger 2002 . Dia seringkali dibangkucadangankan dalam pertandingan-pertandingan internasional, karena pelatih asal Bulgaria itu lebih memilih Bambang Pamungkas. "Ketika saya tiba di Indonesia saya diberitahu tentang Kurniawan, tetapi saya tidak pernah melihatnya bermain, Ketika saya melihatnya dalam latihan dan setelah saya berbicara dengannya, dia memberitahu akan melakukan tugas. Sejak itu, kapan pun dia dipanggil, dia melakukan tugas dengan baik," katanya. Bekas pemain Diklat Salatiga itu kini telah mencetak lima gol. Ia menilai dua tahun di Italia, saat menjadi pemain Primavera, telah mengubah Kurniawan menjadi mesin gol yang mematikan. Ia berpendapat Indonesia mengulangi suasana psikologis yang dialami para para pemain Malaysia dalam semifinal pertama. "Dalam pertandingan pertama kepercayaan diri kami tinggi setelah mencetak gol, tetapi setelah Malaysia mencetak gol kepercayaan diri mereka meningkat. Hal yang sama terjadi pada kami setelah gol kedua," katanya. (ant-22) |