| Rabu, 05 Januari 2005 | OLAHRAGA |
PSIR Inginkan Dukungan Politis DPRDREMBANG -Segenap pengurus PSIR yang disertai manajer dan pelatih tim, hari ini (5/1) akan mengadakan pertemuan dengan DPRD Kabupaten Rembang. Ketua Bidang Pembinaan Drs M Sodiq menjelaskan hal itu kepada Suara Merdeka, kemarin, sebelum mengikuti rapat di Gedung Setwilda (lantai IV) yang membahas tentang pemberian bantuan kepada korban gempa dan gelombang tsunami di Aceh. Dia mengemukakan, pertemuan ini bertujuan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan sepak bola di Rembang. Acara itu krusial, mengingat sebentar lagi PSIR akan mengikuti Kompetisi Divisi II-A Jateng. Karena itu perlu dilakukan persiapan matang. Persiapan itu menyangkut pengurus, manajer tim, pelatih, pemain, dan juga pemkab khususnya dalam segi pendanaan. PSIR merupakan kesebelasan yang punya sejumlah kenangan manis. Mereka beberapa kali berbicara dalam kompetisi berskala nasional. Tim yang mendapat julukan Dampo Awang itu pernah masuk delapan besar Kompetisi Divisi Utama Perserikatan. Namun, setelah itu prestasinya menurun drastis. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya persediaan dana untuk pembinaan. Itu sebabnya, mereka ingin mengadakan pertemuan dengan DPRD. Tujuannya agar mendapat dukungan politis, sehingga tim kebanggaan warga Rembang mampu berprestasi lagi. Target ''Di negara maju, sepak bola bisa dijadikan sebagai industri. Mudah-mudahan di Indonesia juga begitu,'' katanya. Ditanya mengenai kesiapan awal timnya untuk mengikuti Kompetisi Divisi II A, Sodiq mengatakan masih dalam pembahasan, khususnya menyangkut segi dana. Berapa dana yang harus disediakan? Ia menjelaskan, untuk mengikuti kompetisi tanpa target juara sedikitnya harus tersedia dana sebesar Rp 850 juta. Bila ingin jadi juara setidaknya harus tersedia dana Rp 1,5 miliar. ''Tetapi, pemkab baru sanggup menyediakan dana Rp 650 juta. Itu pun belum mendapat persetujuan dari DPRD,'' katanya.(jl-22) |