logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

PPP Siap Tampung 3.000 Anak Aceh


TAMPUNG ANAK YATIM: DPW PPP Jateng, dipimpin ketuanya, HA Thoyfoer MC dan didampingi sejumlah pengurus, Selasa (4/1), menyerahkan bantuan Rp 25 juta untuk Aceh lewat Suara Merdeka. PPP juga siap menerima 3.000 anak yatim dari Aceh untuk dididik di pondok-pondok pesantren. (m) - SM/Setiawan HK

SEMARANG - DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng siap menerima 3.000 anak yatim korban bencana gempa dan gelombang pasang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Mereka akan dididik di sejumlah pondok pesantren di Jateng.

Hal itu disampaikan Ketua DPW PPP Jateng HA Thoyfoer MC kepada Suara Merdeka, Selasa (4/1). Pada saat itu Thoyfoer bersama sejumlah pengurus DPW PPP menyerahkan bantuan Rp 25 juta untuk korban bencana di Aceh lewat Suara Merdeka. ''Kami diwajibkan oleh agama untuk ikut mengasuh anak-anak yatim. Karena itu, PPP Jateng siap menerima lebih kurang 3.000 anak korban bencana alam di Aceh. Soal biaya bagi mereka, kami akan berusaha menghimpunnya dari warga PPP,'' katanya.

Anak-anak tersebut akan ditempatkan di berbagai pondok pesantren di Jateng yang diasuh oleh ulama PPP. Paling tidak, kata Thoyfoer, partai berlambang Kakbah itu saat ini memiliki tidak kurang dari 175 pondok pesantren yang tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jateng.

Secara teknis, jelasnya, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Gubernur sebagai bentuk koordinasi dengan pemerintah. Selain itu juga berkoordinasi dengan DPW PPP Provinsi NAD untuk menginventarisasi dan mengirimkan anak yatim ke Jateng.

Dia memperkirakan, anak-anak tersebut akan mengeyam pendidikan di pesantren antara 2-3 tahun, sambil diupayakan solusi lebih lanjut, misalnya mempertemukan dengan keluarga yang terpisah atau mencarikan beasiswa.

Pesantren menjadi pilihan karena PPP memiliki banyak pondok. Selain itu, di pesantren, anak-anak tak sekadar mendalami ilmu, namun juga akan diajarkan masalah keimanan dan akhlak untuk menguatkan jiwa dan mental mereka yang rapuh.

Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap menampung 1.000 anak Aceh korban gempa dan tsunami yang akan disalurkan di 14 pesantren NU yang ada di provinsi tersebut. "PBNU siap menampung 1.000 anak untuk dididik di pesantren. Karena kebijakan sementara pemerintah melarang anak-anak Aceh dibawa ke luar Aceh maka kemampuan PBNU baru sejumlah itu," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa.(G7, ant-78, 58m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA