logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

Disinyalir, Ada Upaya Jegal Mega di Kongres


Sutjipto - SM/ Irawan

SEMARANG- Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Bali pada akhir Maret-awal April mendatang diramalkan bakal ramai. Sekjen DPP PDI-P Sutjipto bahkan sudah menyinyalir ada upaya penjegalan pada Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri maju dalam kongres untuk memimpin lagi partai pemenang Pemilu 1999 tersebut.

Dia mengajak berlogika pikir seperti halnya Munas Partai Golkar di Bali beberapa waktu lalu, sampai pada akhirnya terpilih Jusuf Kalla sebagai ketua umum yang tak lain juga wakil presiden. Meski tak berharap terjadi, namun logika itu bisa saja terjadi di partai berlambang kepala banteng dalam lingkaran tersebut.

''Karena itu, jangan sampai ada upaya menggagalkan tampilnya Ibu Mega,'' kata Sutjipto usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI-P Jateng di Kantor DPD Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (4/1).

Rakerda juga dihadiri antara lain Ketua DPP PDI-P Roy BB Janis dan Gunawan Wirosaroyo, Wasekjen Pramono Anung dan Mangara Siahaan, Ketua DPD Murdoko, jajaran pengurus DPD, serta pimpinan DPC se-Jateng.

Terkait dengan logika berpikir tersebut, lanjut dia, jauh hari sebelum Munas Partai Golkar, dirinya sudah mengatakan Presiden SBY berangkat dari partai yang memiliki basis politik relatif kecil, yakni Partai Demokrat. Karena itu, untuk menjaga stabilitas politik pemerintahannya memerlukan basis politik yang kuat.

Membangun Opini

Pada bagian lain Sutjipto mengatakan, apa yang terjadi pada Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden (pilpres) beberapa waktu lalu, perlu menjadi pelajaran berharga bagi para kader PDI-P dalam menyongsong pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung. Sebab, ketika pilpres, ada ''kekuatan'' lain yang ternyata bisa mengalahkan ketokohan putri Bung Karno tersebut.

Menurutnya, selain ketokohan, calon yang diusung PDI-P harus memiliki opini yang baik di masyarakat.

''Membangun opini tersebut perlu menjadi perhatian sejak awal,'' katanya.

Ia menambahkan, dari sisi ketokohan, Mega diakui oleh semua pihak. Namun, ketika pilpres berlangsung, ada ''kekuatan'' lain yang membangun opini, seolah-olah tak ada prestasi apa pun selama Presiden Megawati menjalankan pemerintahannya. ''Padahal, prestasi yang dihasilkan Bu Mega selama menjadi presiden luar biasa.''(G7-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA