logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

Pangdam: Saya Restui jika Nyalon Pilkada


KUNJUNGI SUARA MERDEKA:Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunarso (kiri) didampingi Pemimpin Umum Suara Merdeka H Budi Santoso, Pemimpin Redaksi Sasongko Tedjo (kanan), Direktur Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono MBA (kedua dari kanan) melihat proses pembuatan surat kabar Suara Merdeka di Kantor Redaksi Jalan Raya Kaligawe Semarang, Selasa (4/1).(55t)

SEMARANG- ''Jika ada anggota TNI yang ingin nyalon dalam pilkada nanti ya saya restui. Tapi jika yang bersangkutan belum memasuki masa pensiun, berarti harus pensiun dini.''

Hal tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunarso ketika berkunjung ke Redaksi Suara Merdeka di Jalan Raya Kaligawe KM 5 Semarang. Pangdam didampingi jajaran staf Kodam IV/Diponegoro, antara lain Asisten Teritorial (Aster) Kol Inf Sumardi, Waaster Letkol Bambang B, dan Kapendam Letkol CAJ Agus Subroto, Selasa (4/1).

Dalam sesi tanya-jawab pada acara silaturahmi tersebut, Sunarso dengan santai namun tegas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir H Budi Santoso, Pemimpin Redaksi Sasongko Tedjo SE MM, dan beberapa staf Redaksi.

Ketika disinggung mengenai pencalonan anggota TNI dalam pilkada Juni mendatang, Sunarso mengatakan, pihaknya tidak akan menghalang-halangi. ''Namun institusi saya tidak akan membuat pemberitahuan atau semacamnya di surat kabar untuk mengampanyekan salah satu kontestan. Jajaran TNI akan bersifat netral,'' tegasnya.

Walaupun acara yang juga dihadiri Direktur Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono MBA tersebut bersifat kunjungan biasa, namun Sunarso tidak berkeberatan menjawab pertanyaan yang bersifat politis atau menyangkut masalah pertahanan dan keamanan. ''Saya sudah kenal dekat dengan Pak Budi, dan pernah berkunjung ke kediamannya. Bahkan, Mas Kukrit ini sahabat dekat saya, namun baru kali ini saya sempat mengunjungi redaksi,'' ujar dia. Sunarso berharap kunjungannya dapat lebih mendekatkan jajarannya dengan "Korannya Jawa Tengah" tersebut.

Sekarang Berbeda

Menurut dia, tentara sekarang berbeda dari sebelum era reformasi. ''Dulu orang lewat Kodam saja takut. Kalau sekarang, mau demo pun silakan,'' ujar dia.

Dia menegaskan, tidak antikritikan. ''Tentara juga manusia biasa, kalau salah dikoreksi, kalau betul ya dikatakan betul,'' tuturnya.

Pangdam menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dan membantu Polri dalam menjaga keamanan di wilayah Jateng.

''Saat ini keamanan di Jateng secara umum dapat dikatakan bagus. Walaupun harus diakui ada beberapa wilayah di pantura yang rawan perkelahian antarkampung,'' jelas dia.

Tidak lupa, dia juga memuji kesigapan dan kewaspadaan masyarakat dalam hal keamanan. ''Terbukti pada pilpres lalu kami khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, namun nyatanya Jateng aman-aman saja. Hal tersebut merupakan salah satu bukti bahwa kesadaran dan kesiagaan masyarakat dalam menjaga wilayahnya makin tinggi,'' papar dia.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam dan rombongan berkesempatan mengunjungi ruangan Redaksi serta melihat seluruh proses cetak koran.

''Saya ingin tahu dari pengiriman berita sampai jadi koran,'' imbuhnya. Sebelum Pangdam meninggalkan Kantor Suara Merdeka, Budi Santoso memberikan plakat kepadanya sebagai cendera mata.(nrs-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA