logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

Amien Rais Ditempatkan di Ketua MPP

JAKARTA- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akan ditempatkan sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) melalui kongres partai awal Februari mendatang. Keinginan itu telah disampaikan kepada Amien Rais dalam pertemuan dengan kader-kader muda PAN di Jakarta akhir Desember lalu.

Menurut Sekretaris PAN Jawa Tengah Taufik Kurniawan, keinginan untuk menempatkan Amien Rais sebagai Ketua MPP dimaksudkan agar tokoh tersebut tetap berada dalam PAN dan bisa memberikan nasihat-nasihat serta mengayomi pengurus yang akan datang.

"Karena Pak Amien sudah menyatakan tidak bersedia untuk dicalonkan kembali sebagai ketua umum," katanya.

Mengenai apakah Amien Rais sudah menyatakan bersedia menjadi Ketua MPP, Taufik Kurniawan mengatakan, masalah itu tergantung pada keputusan kongres. "Kalau kongres memutuskan, maka Pak Amien siap," ujarnya.

Mengenai siapa saja calon ketua umum mendatang, dia mengatakan, sejauh ini memang sudah ada beberapa nama yang muncul seperti Farhan Hamid, Fuad Bawazir, dan Afni Ahmad. Namun, siapa saja yang menjadi calon secara resmi baru akan diketahui setelah tanggal 16 Januari mendatang. PAN Jawa Tengah akan mengadakan pertemuan dengan seluruh DPD di Jawa Tengah pada 8 Januari mendatang.

"Dalam pertemuan itu kami akan menyampaikan kriteria calon sekaligus menja-ring nama-nama calon ketua umum," jelas Taufik Kurniawan.

Selanjutnya nama yang sudah diputuskan dalam pertemuan itu akan didaftarkan ke panitia pendaftaran di pusat sebelum 15 Januari sebagai batas akhir pendaftaran calon. "Sesudah 15 Januari baru diadakan verifikasi nama-nama calon."

Mengenai sikap Amien Rais yang tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai ketua umum, kalangan kader muda PAN menilai sebagai sikap yang legawa serta dalam rangka memberikan keteladanan.

"Jadi, meski arus bawah menginginkan Pak Amien, tetapi Pak Amien sendiri ingin memberikan pelajaran bahwa estafet perlu dilakukan," kata Taufik.

Menurutnya, saat ini terbuka ruang yang cukup untuk proses demokrasi di PAN. Ini berbeda dari partai lain, yang seseorang cenderung berusaha mempertahankan dengan melakukan manuver. Di PAN, ketua umum justru memberikan teladan bahwa kekuasaan bukan segala-galanya. "Justru partai harus menitikberatkan pada tugas dan fungsinya sebagai penyambung lidah rakyat."

Dengan demikian, lanjut Taufik Kurniawan, diharapkan ke depan PAN menjadi besar bukan karena ketokohan ketua umum, melainkan karena pembentukan image building yang alamiah dan profesional. "Maka yang terjadi di PAN sekarang, siapa pun yang punya keinginan dipersilakan untuk perjuang di kongres," tambah Taufik Kurniawan. (nas-87t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA