logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

"Saya Tak Cocok dengan Sutan"


Chrisjon - SM/dok

SEMARANG- Juara dunia tinju kelas bulu (57,1kg) WBA asal Indonesia, Christian ''Chrisjon'' Johanes berharap jadwal mandatory fight (pertarungan wajib) melawan Derrick Gainer pada 3 Maret bisa diundur tiga bulan. Sebab, saat ini pihaknya masih mempersiapkan pernikahan dengan Anna Maria Megawati pada 23 Januari dan resepsi pernikahan 27 Februari. Selain itu, saat ini hubungannya dengan pelatih sekaligus manajernya, Sutan Rambing, kurang harmonis.

''Saya akan meminta pengunduran jadwal pertarungan wajib itu tiga bulan lagi. Saya rasa hal itu masih memungkinkan,'' katanya.

Rencananya, petinju asal Banjarnegara itu akan mempersiapkan diri menghadapi pertarungan wajib setelah menikah. Tetapi persiapan baru bisa dilakukan jika pihaknya sudah punya pelatih dan manajer pengganti Sutan Rambing. Chrisjon mengaku sudah mempunyai beberapa gambaran pelatih yang bakal direkrutnya. Hanya, dia enggan menyebut nama-nama kandidat pelatihnya yang baru itu.

''Gambaran pelatih sudah ada. Masih saya timbang-timbang. Keputusan akan saya ambil setelah resepsi pernikahan nanti,'' ujarnya.

Disinggung tentang ketidakharmonisan dengan Sutan Rambing, mantan juara PABA itu tidak mau menutupinya lagi. Menurutnya, hal itu disebabkan karena sudah tidak ada kecocokan dengan Sutan Rambing. Selain itu, perjanjian kontrak dengan Sutan yang ditandatanganinya 6 Februari 2004 lalu, dinilai terlalu mengikat dirinya hingga permasalahan pribadi. Contohnya, pernikahannya dikait-kaitkan dengan persiapan menghadapi Derrick Gainer di pertarungan wajib.

''Jika sudah tidak cocok, percuma diteruskan. Hasilnya juga tidak maksimal. Karena itu, saya mundur saja,'' tegasnya.

Tidak Masalah

Chrisjon sebenarnya tidak mempermasalahkan pembagian 50%-50% dengan Sutan dari hasil pertandingan tinju. Sebab, hal itu sudah sesuai perjanjian kontrak. Namun, dalam beberapa hal, Sutan dinilai kurang transparan terhadap Chrisjon. Sayang, Chris enggan menyebutkan hal-hal tersebut.

''Saya melihat Pak Sutan kurang transparan dalam bagi hasil. Ada beberapa pengeluaran dana yang kurang saya mengerti penggunaannya. Saya hanya mempertanyakan itu,'' ungkapnya.

''Keputusan saya mundur dari Sasana Bank Buana sudah bulat. Apapun risikonya, akan saya hadapi. Termasuk dituntut secara hukum dan disuruh membayar kompensasi kepada Pak Sutan,'' tandasnya.

Soal bagi hasil antara Chrisjon dengan Sutan mencuat usai pertarungan mempertahankan gelar lawan Jose Cheo Rojas di Tenggarong, Kaltim, 3 Desember silam. Dalam pertarungan itu, Chrisjon menerima bayaran 125 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,125 miliar). Tapi, yang diterimanya hanya Rp 400 juta.

Sutan Rambing hingga semalam belum bisa ditemui. Dia tidak berada di sasananya. Ketika telepon rumahnya dihubungi, oleh si penerima (petinju Wito Ramirez) diberitahukan bahwa Sutan sedang tidak enak badan dan tidur. (H13-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA