logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

Berkekuatan 4,8 SR

Bondowoso dan Situbondo Diguncang Gempa

SURABAYA - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 4,8 skala richter (SR), Selasa (4/1) pukul 10,08 WIB mengguncang wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, Jatim. Namun gempa tak diserta tsunami. ''Memang telah terjadi gempa tektonik di Bondowoso dan Situbondo,'' ujar Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Perak Surabaya Edy Waluyo saat dihubungi kemarin petang.

Dia mengemukakan, pusat gempa (episentrum) berada di posisi 7,86 lintang selatan dan 113,94 bujur timur atau tepatnya di kedalaman 15 kilometer dan 16 kilometer arah timur Gunung Ijen. Getaran gempa tektonik sangat terasa di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. ''Lamanya sekitar satu sampai dua detik,'' kata Waluyo. Akibatnya banyak warga di dua daerah itu keluar rumah untuk menghindari dampak buruk. Banyak pula nelayan dan warga sekitar Pasir Putih, Kabupaten Situbondo menjauh dari tepi pantai untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami seperti terjadi di Aceh dan Nias, Sumut.

''Gempa tektonik tak sampai terasa di pesisir pantai selatan. Kami berharap warga tenang karena ini gempa biasa dan kekuatannya tak terlalu besar," jelasnya.

Waluyo menyatakan setelah terjadi gempa berkekuatan 4,8 SR tersebut, tak ada gempa susulan. Namun, lanjut dia, gempa susulan bisa saja terjadi. Biasanya getarannya lebih kecil. ''Gempa di Bondowoso dan Situbondo kemarin seperti gempa di Nabire, Papua,'' katanya.

Getaran gempa tektonik yang terjadi di Bondowoso dan Situbondo juga dirasakan di sekitar Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo, meski tak terlalu besar. Ini berdasarkan pantauan BMG Stasiun Geofisika Tretes, Kabupaten Pasuruan. Menurut Kepala BMG Stasiun Geofisikan Tretes Hariyanto, gempa terjadi di sekitar Bondowoso dan Situbondo, namun di sekitar daerah penyangga seperti Pasuruan dan Probolinggo, getaran bisa dirasakan meskipun tak terlalu keras.

Waluyo mengemukakan, selain rawan gempa tektonik, pada bulan Januari 2005 ini, kawasan Jatim di bagian utara dan selatan juga rentan gelombang tinggi, baik di Laut Jawa maupun Samudera Indonesia. Kondisi ini terjadi karena adanya pergeseran badai tropis di kedua lautan tersebut. ''Anginnya bisa mencapai kecepatan 80 kilometer per jam dengan tinggi gelombang laut 3 meter sampai 4 meter,'' ungkapnya.

Kendati telah terjadi gempa tektonik di kawasan Gunung Ijen Jatim, Waluyo menjelaskan, kejadian itu tak mempengaruhi aktivitas gunung berapi yang berada di sekitar kawasan tersebut. ''Letusan gunung berapi disebabkan aktivitas vulkanik di dalam perut gunung tersebut. Jadi, bukan karena gempa tektonik,'' katanya.

Untungnya, gempa tektonik di Bondowoso dan Situbondo tak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa atau rusaknya infrastruktur fasilitas umum. (G14-83m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA