logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Januari 2005 NASIONAL
Line

26 Negara Konfirmasikan Hadiri KTT Tsunami

  • 2.764 Polisi Dikerahkan

JAKARTA-Sebanyak 26 kepala negara dan wakil pemerintahan telah mengonfirmasikan untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) khusus membahas dampak gempa bumi dan tsunami di Asia, yang dijadwalkan di Jakarta mulai hari ini (5/1). Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat untuk mewaspadai penyimpangan dalam penggalangan bantuan dengan mengatasnamakan peduli korban bencana Aceh.

Di Kantor Kepresidenan, Selasa (4/1), Menlu Hassan Wirayuda mengungkapkan, sejumlah petinggi senior negara asing telah mengonfirmasikan kehadirannya pada KTT yang akan dihadiri langsung Sekjen PBB Koffi Annan tersebut. Beberapa dari delegasi asing itu dipimpin langsung kepala negaranya, dan beberapa lagi mengirim menteri luar negeri mereka.

Negara-negara yang sudah memastikan hadir di antaranya dari Sri Lanka, Thailand, Amerika, Kanada, India, dan Filipina. ''Perdana Menteri yang akan hadir adalah dari Australia, China, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Singapura, dan Vietnam. Brunei Darussalam dihadiri langsung oleh Sultan-nya,'' kata dia.

Semalam, Menlu AS Collin Powel sudah tiba di Jakarta setelah sebelumnya berkunjung ke Thailand yang ikut terkena dampak tsunami, dan lebih dari separo korban tewas adalah warga negara asing. Sekjen PBB pun, menurut Menlu, akan tiba di Jakarta hari ini (Rabu, 5/1).

Hassan mengungkapkan, negara-negara Eropa mengaku heran tidak dilibatkan dalam pertemuan Tsunami Meeting tersebut. Menlu mengaku, Pemerintah Indonesia memang kewalahan menghadapi banyak negara yang berminat menghadiri KTT itu.

''Kami memang agak kewalahan, karena acara ini memang dilangsungkan secara mendadak. Apalagi pemerintah saat ini sedang sibuk menangani korban-korban tsunami,'' tandasnya.

Tetapi, untuk menanggapi tingginya respons negara-negara Eropa itu, pemerintah mengambil kebijakan mengundang mereka dengan kriteria lain, yaitu peninjau (ovserver) yang dihadiri setingkat menlu. ''Mereka yang sudah menyatakan hadir adalah Menlu Inggris, Menlu Denmark, Menlu Belanda, Menlu Swedia, dan Timor Leste.''

2.764 Polisi

Sebanyak 2.764 polisi akan diterjunkan untuk pengamanan KTT Emergency ASEAN. Dari jumlah itu, termasuk di dalamnya 1.000 intel polisi. ''Tadi pagi digelar pasukan di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri untuk pengamanan KTT.''

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Paiman, KTT akan digelar pada 5-7 Januari 2005 di Jakarta. Pihaknya juga menyiapkan tenaga cadangan dari dua per tiga kekuatan polisi. Mereka akan diambil dari Direktorat Intel, Reserse, Printis, Sabhara, sampai logistik. ''Polisi juga akan bekerja sama dengan TNI.''

Operasi yang digelar untuk pengamanan KTT itu dengan nama sandi ''Operasi Bima Ruci''. Saat ditanyakan tentang adanya ancaman teroris, Paiman mengatakan, ''Kami sudah mengantisipasi.''(bu, A20-69t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA